Keindahan Surga Yang Tiada Tandingan

Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Nashr telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Al Mubarak telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari Yazid bin Abu Habib dari Dawud bin ‘Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari ayahnya dari kakeknya dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Andai yang dibawa kuku dalam surga terlihat niscaya antara sisi-sisi langit dan bumi akan terhiasi karenanya, andai seorang penghuni surga muncul lalu gelang-gelangnya terlihat niscaya padamlah matahari seperti matahari melenyapkan cahaya bintang-bintang. Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahui sanad ini dari hadits Ibnu Lahi’ah. Yahya bin Ayyub meriwayatkan hadits ini dari Yazid bin Abu Habib dan berkata: Dari Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

HR. Tirmidzi

Setiap Lelaki Mendapat 2 Istri Di Surga

Telah menceritakan kepada kami Al Abbas bin Muhammad Ad Dauri telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Musa telah mengkhabarkan kepada kami Syaiban dari Firas dari ‘Athiyah dari Abu Sa’id Al Khudri dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Golongan pertama yang masuk surga mereka bagaikan bulan di malam purnama dan golongan kedua seperti warna bintang bersinar terang terindah dilangit, setiap lelaki di antara mereka mendapatkan dua istri, setiap istri mengenakan tujuhpuluh perhiasan, sungsumnya terlihat dari belakang.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.

HR. Tirmidzi

Antara Mimpi Dan Burung

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin ‘Ali Al Khallal telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengkhabarkan kepada kami Syu’bah dari Ya’la bin ‘Atho` dari Waki’ bin ‘Udus dari pamannya, Abu Razin, dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Mimpi seorang muslim adalah satu dari empatpuluh enam bagian kenabian, ia berada di kaki burung selama tidak diceritakan, bila diceritakan ia jatuh.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih, Abu Razin Al ‘Uqaili namanya Laqith bin ‘Amir. Hammad bin Salamah meriwayatkan dari Ya’la bin ‘Atho` lalu berkata: dari Waki’ bin Hudus, berkata Syu’bah, Abu ‘Awanah dan Husyaim dari Ya’la bin ‘Atho` dari Waki’ bin ‘Udus dan ini lebih shahih.

HR. Tirmidzi

Air Susu Berasal Dari Surga

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Qatadah dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah bahwasanya; Sekelompok orang dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Al Kam`ah adalah cacarnya orang-orang Anshar.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Kam`ah berasal dari Al Mann. Dan airnya mengandung kesembuhan bagi penyakit ‘Ain. Air susu berasal dari surga, dan ia adalah obat untuk menghilangkan racun.” Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan.

HR. Tirmidzi

Umrah Dan Ruqba

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani’, telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Dawud bin Abu Hind dari Abu Az Zubair dari Jabir ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Umra itu boleh diberikan kepada keluarga dan Ruqba juga boleh diberikan kepada keluarga.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan, dan sebagian mereka meriwayatkan dari Abu Az Zubair dengan sanad ini dari Jabir secara mauquf dan tidak memarfu’kannya. Hadits ini menjadi pedoman amal menurut sebagian ulama dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan selain mereka, bahwa Ruqba itu sama seperti Umra, ini adalah pendapat Ahmad dan Ishaq namun sebagian ulama dari ulama Kufah dan selain mereka membedakan antara Umra dan Ruqba, mereka membolehkan Umra namun tidak membolehkan Ruqba. Abu Isa berkata; Pengertian Ruqba adalah seseorang mengatakan; Sesuatu ini untukmu selama engkau hidup, jika engkau meninggal sebelumku maka sesuatu itu kembali kepadaku. Ahmad dan Ishaq berkata; Ruqba itu sama seperti Umra yaitu kepada siapa yang diberi dan tidak kembali kepada orang pertama (pemberi).

HR. Tirmidzi

Tata Cara Ruqyah Rasulullah

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Kharb dan Utsman bin Abu Syaibah mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari ‘Abdu Rabbih bin Sa’id dari ‘Amrah dari Aisyah ia berkata, “Jika ada orang yang mengeluhkan sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meludah ke tanah lalu berdoa: ‘TURBATU ARDHINAA BIRIIQATI BA’DHINAA YUSYFAA SAQIIMUNAA BI IDZNI RABBINAA (Ini adalah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami maka tersembuhkan orang sakit kami dengan izin Tuhan kami) ‘.”

HR. Abu Daud

Mengukur Batas Kebun

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Khalid bahwa Muhammad bin Utsman menceritakan kepada mereka, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Abu Thuwalah dan ‘Amru bin Yahya dari Ayahnya dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata,

“Dua orang laki-laki mengadukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang batas kebun kurma mereka. Kemudian beliau memerintahkan agar mengukurnya, lalu batasan tersebut diukur dan didapati ukurannya adalah tujuh hasta. Dan dalam hadits yang lain, maka di dapati ukurannya adalah lima hasta, lalu beliau memutuskan dengan hal tersebut.” Abdul Aziz berkata, “Kemudian beliau memerintakan agar diambilkan salah satu dahan pohon kurma tersebut, kemudian batasan tersebut diukur.”

HR. Abu Daud

Bacaan Setelah Sholat Yang Diajarkan Rasulullah

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb, telah menceritakan kepadaku ‘Ayyasy bin ‘Uqbah Al Hadhrami, dari Al Fadhl bin Al Hasan Adh Dhamri, bahwa Ummu Al Hakam atau Dhuba’ah dua anak wanita Az Zubair bin Abdul Muththalib telah menceritakan kepadanya dari salah seorang dari mereka berdua bahwa ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mendapatkan tawanan perang, kemudian aku pergi bersama saudariku dan Fathimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian kami mengeluhkan kepada beliau apa yang kami alami, dan kami meminta beliau agar memerintahkan agar kami diberi sebagian tawanan tersebut. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian telah didahului anak-anak yatim Badr. Akan tetapi akan aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih baik bagi kalian daripada hal tersebut. Kalian bertakbir kepada Allah setiap selesai sholat sebanyak tiga puluh tiga kali, bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, dan LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR.” ‘Ayyasy berkata; mereka berdua adalah anak wanita paman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

HR. Abu Daud

Jihadnya Tidak Sah Jika Melakukan Hal Ini

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Manshur, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin ‘Ayyasy, dari Usaid bin Abdurrahman Al Khats’ami, dari Farwah bin Mujahid Al Lakhmi, dari Sahl bin Mu’adz bin Anas Al Juhani, dari ayahnya, ia berkata; aku pernah berperang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada perang ini dan ini, kemudian orang-orang mempersempit tempat-tempat persinggahan, dan menghalangi jalan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus orang yang menyeru kepada orang-orang; orang yang mempersempit tempat persinggahan atau menghalangi jalan maka tidak ada jihad baginya. Telah menceritakan kepada kami ‘Amr bin Utsman, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Al Auza’i, dari Usaid bin Abdurrahman, dari Farwah bin Mujahid dari Sahl bin Mu’adz, dari ayahnya, ia berkata; kami pernah berperang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ….. semakna dengan makna hadits tersebut.

HR. Abu Daud