Tag: komik Islami
Komik Islami Hitam Putih Nasehat Dan Sindiran Halus
Komik Islami Hitam Putih Lucu Dan Seru
Komik Islami Hitam Putih 10 Hari Terakhir Ramadhan
10 hari lagi kita udahan, mari gunakan waktu yang tersisa sebaik baiknya untuk menjadi senyuman saat kita terpisah nanti, dan berharap kita bisa bertemu lagi tahun depan.
– Komik Islami Hitam Putih 10 Hari Terakhir Ramadhan
Konten Islami Lainnnya:
– Sholat Jangan Buru-Buru
– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an
– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri
– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian
– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek
– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih
– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya
– Komik Islami Sakit Penggugur Dosa
– Komik Nasehat Islami Adab Menguap
– Lupa Rakaat Sholat – Komik Islami
– Komik Islami Saling Mendoakan
– Hari Pertama Puasa
– Adab Masuk Rumah Kosong
Komik Islami Berbagi
Bulan Ramadhan kali ini jauh berbeda dengan bulan-bulan Ramadhan sebelumnya, dibulan Ramadhan tahun ini kita berjuang untuk melawan pandemi yang sedang terjadi.
.
Mungkin banyak dari kita yang bisa santai, tenang, berkumpul bersama keluarga sembari menunggu waktu berbuka puasa, dan tetap berada dirumah saja tentunya.
.
Namun disatu sisi, pernahkah terlintas dibenak kita bahwa masih ada manusia diluar sana yang tak bisa merasakan nikmatnya berkumpul bersama keluarga, yang bingung untuk pulang kerumah karena takut tak bisa membawa apa-apa untuk keluarganya.
.
Oleh sebab itu sudah sepatutnya bagi kita untuk membantu orang-orang diluar sana yang mungkin memerlukan uluran tangan kita.
Komik Islami Jangan Malas Baca Quran
Komik Islami Mencari Lailatul Qadar
Komik Islami Menyayat Hati
Mualaf – Komik Islami
Sebagian mualaf memang bikin iri. Mereka datang belakangan, tapi totalitasnya pada Islam begitu tinggi.
.
Sebut saja misalnya Syaikh Yusuf Estes. Di agama lamanya, beliau adalah seorang pendakwah. Begitu memeluk Islam, ghirah dakwahnya tak berubah. Beliau serius menuntut ilmu dan berusaha menyelami imannya secara kafah. Mungkin, seperti itulah mestinya hijrah.
.
Syaikh Yusuf Estes merupakan salah satu dari sekian orang yang mendapat hidayah karena serius mencari. Bukan sekadar pindah agama karena iming-iming duniawi. Sebab, sebelum menjadi muslim, beliau hidup berkecukupan dan disegani. Bukan pula karena ingin menikahi gadis pujaan hati. Apalagi hanya karena sebungkus dua bungkus mie. .
.
Menyimak kisah pencariannya menjadi charger bagi diri. Kita yang sejak lahir tahu-tahu sudah muslim ini mungkin tak terlalu menyadari betapa kita sesungguhnya telah mendapat nikmat yang besar sekali. Mungkin karena tak perlu susah-susah mencari, kita cenderung menjadi abai. Menganggap agama tak lebih dari formalitas birokrasi. Bahkan beban yang selalu diratapi.
.
Syaikh Yusuf Estes hidup di Amerika. Kita tahu, liberalisme dan materialisme tumbuh subur di sana. Tapi, itu tak lantas membuatnya silau dan gelap mata. Beliau sungguh-sungguh mencari kebenaran hingga hidayah pun meneranginya.
.
Syaikh tidak berhenti sampai di situ. Beliau selami samudra ilmu. Kemudian aktif mendakwahkan tauhid yang diyakininya. Tak terhitung berapa banyak orang masuk Islam lewat ajakannya.
.
Bagaimana dengan kita? Semoga kita bukan termasuk orang yang durhaka. Konon punya Al Qur’an tapi jarang dibaca. Apalagi dipahami maknanya. Tahu-tahu berani mengkritisi isinya yang konon dianggap tak lagi relevan dengan perkembangan dunia. .














































































































