Bersegera Dalam Berbuka

Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar dan Muhammad bin Ash Shabbah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Bapaknya dari Sahl bin Sa’d bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka bersegera dalam berbuka. “

HR. Ibnu Majah

Mengakhirkan Sahur

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hakim berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dan Ibnu Abu Adi dari Sulaiman At Taimi dari Abu Utsman An Nahdi dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian terhalang dengan adzannya Bilal untuk makan sahur. Sebab ia adzan untuk membangunkan kalian dan mengembalikan orang yang shalat (untuk berdiri saat duduk istirahat). Dan fajar itu bukan dengan mengatakan seperti ini, tetapi seperti ini -sambil menunjuk pada arah ufuk langit-. “

HR. Ibnu Majah

Keberkahan Dalam Sahur

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdah berkata, telah memberitakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaklah kalian makan sahur, sebab dalam sahur ada berkahnya. “

HR. Ibnu Majah

Ketika Amalan Manusia Hanya Sia Sia

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Rafi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Mubarak dari Usamah bin Zaid dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang. “

HR. Ibnu Majah

Larangan Bicara Kotor Saat Puasa

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Rafi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak dari Ibnu Abu Dzi`b dari Sa’id Al Maqburi dari Bapaknya dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, bodoh dan melakukannya, maka Allah tidak butuh meskipun dia meninggalkan makanan dan minumannya. “

HR. Ibnu Majah

Keistimewaan Rasulullah Dalam Menahan Syahwatnya

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Uliyyah dari Ibnu ‘Aun dari Ibrahim ia berkata; Al Aswad dan Masruq menemui ‘Aisyah dan bertanya, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencumbu isterinya di saat berpuasa?” ia menjawab, “Ya, beliau pernah melakukannya. Tetapi beliau lebih mampu menahan syahwat dari pada kalian. ”

HR. Ibnu Majah

Keutamaan Shalat Di Masjid Nabawi

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dari Ubaidullah dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih utama seribu kali dari shalat di masjid selainnya kecuali masjidil haram. “

HR. Ibnu Majah

Jenazah Rasulullah Dimandikan Istri Istrinya

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Khalid Adz Dzahabi berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Yahya bin ‘Abbad bin Abdullah bin Zubair dari Bapaknya dari ‘Aisyah ia berkata, “Jika aku berhadapan dengan urusanku maka aku tidak akan berpaling. Dan tidak akan ada yang memandikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selain dari isteri-isterinya. “

HR. Ibnu Majah

Mandi Setelah Memandikan Mayat

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz Ibnul Mukhtar dari Suhail bin Abu Shalih dari Bapaknya dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayat hendaklah ia mandi. “

HR. Ibnu Majah

Pahala Untuk Menutup Aib Mayat

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman Al Muharibi berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Katsir dari Amru bin Khalid dari Habib bin Abu Tsabit dari ‘Ashim bin Dlamrah dari Ali ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayit, mengafani, memberinya minyak, memanggul dan menshalatkannya, dan ia tidak menyebarkan apa yang dilihatnya, maka semua dosanya akan keluar sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya. ”

HR. Ibnu Majah