Cemburu Dalam Islam

Cemburu seringkali menghiasi panggung pernikahan. Perasaan ini terkadang membuat kehidupan rumah tangga lebih mempesona ketika dimaknai sebagai perasaan cinta kepada pasangan bukan sekedar cemburu buta yang lebih didominasi nafsu dan bisikan setan, namun cemburu romantis yang mampu mempererat benang-benang asmara agar lebih beraroma sayang. Menguatkan kembali jalinan kasih mesra yang seolah pudar dengan berbagai kesibukan psikis dan fisik yang mulai mengendorkan ikatan cinta diantara pasutri. Cemburu yang berakhir indah ketika pasutri mampu mengelolanya dengan bijak, bukan api cemburu yang berakhir tragis dengan perceraian.

Seorang penyair berkata :

Alangkah indahnya cemburu yang terjadi hanya sekali saja

Dan alangkah buruk cemburu yang terjadi setiap waktu

Barangsiapa yang senantiasa menuduh pasangannya

Dan senantiasa mencurigainya berdasarkan dugaan semata

Maka ia rentan menggiring pasangannya untuk melakukan apa yang dituduhkan kepada dirinya secara terang-terangan. (Al-Kharimi)

Cemburu dalam batas yang normal adalah perkara yang wajar. Bahkan cemburu itu perkata yang disyariatkan, bahkan lelaki yang tidak cemburu terhadap istrinya diancam dengan ancaman yang keras. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ أَبَدًا : الدَّيُّوثُ وَالرَّجُلَةُ مِنَ النِّسَاءِ ، وَمُدْمِنُ الْخَمْرِ ) ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا مُدْمِنُ الْخَمْرِ فَقَدْ عَرَفْنَاهُ ، فَمَا الدَّيُّوثُ ؟ ، قَالَ : ( الَّذِي لَا يُبَالِي مَنْ دَخُلُ عَلَى أَهْلِهِ ) ، قُلْنَا : فَمَا الرَّجُلَةُ مِنْ النِّسَاءِ ؟ قَالَ : ( الَّتِي تَشَبَّهُ بِالرِّجَالِ) .

“Ada tiga orang yang tidak masuk surga: ad dayyuts, wanita yang ar rajulah dan pecandu khamr”. Para sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, adapun pecandu khamr kami sudah paham maksudnya, lalu apa makna ad dayyuts?”. Nabi bersabda: “yaitu orang yang tidak peduli siapa yang mendatangi anak-istrinya”. Para sahabat bertanya lagi: “Lalu apa wanita yang ar rajulah itu?”. Nabi menjawab: “Wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no.10800, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 2367).

Al Munawi mengatakan:

أن الديوث ذلل حتى رأى المنكر بأهله فلا يغيره

“Ad dayyuts adalah sebuah kerendahan, sehingga ketika ia melihat anak-istrinya melakukan kemungkaran ia tidak cemburu” (Faidhul Qadir, 3/327).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:

والديوث: الذي لا غيرة له

“Ad Dayyuts adalah lelaki yang tidak punya rasa cemburu” (Majmu’ Al Fatawa, 32/141).

Jangan Cemburu Melebihi Batas

Namun cemburu itu merupakan bumbu pernikahan bukan pemantik perseteruan diantara pasutri. Ibnul Qayyim mengatakan, “Cemburu mempunyai batasan, jika batasan ini dilanggar maka ia akan berubah menjadi tuduhan dan persangkaan yang buruk terhadap orang yang baik, dan jika kurang dari batasan ini, maka ia akan berubah menjadi kelalaian dan kesembronoan”. (Dikutip dari Mendulang Faidah Dari Lautan Ilmu, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah hal. 164)

Sebagaimana gambaran konkret seorang suami yang bertaqwa hendaklah cemburu pada istrinya ketika ia melanggar perintah Allah Ta`ala, seperti bergaul dengan lawan jenis tanpa ada kebutuhan mendesak, atau berdandan dengan memamerkan auratnya kepada lelaki asing, bertelepon ria atau sibuk di dunia maya tanpa keperluan penting dan berbagai ungkapan dan prilaku negatif yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Demikian pula para istri shalihah hendaklah ia bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi tanpa bukti nyata ketika mendengar berita miring tentang pasangannya. Crosscek dan kedepankan perasaan positif dan selesaikan dengan kepala dingin dan baik-baik ketika ada indikasi ketidaksetiaan pasangan. Barometer utamanya adalah landasan syariah.

Dan kehidupan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun tak terlepas dari cemburu, justru dengan cemburu nuansa pernikahan lebih menggigit, masing-masing istri saling berlomba-lomba memikat suami dengan berbagai kiat. Inilah potret cemburu romantis sepanjang masa yang hendaklah dijadikan sandaran kemesraan pasutri dalam meniti bahtera pernikahan.

Tips Mengatasi Cemburu

Yakinlah pada diri sendiri bahwa pasangan hidup Anda adalah sebuah anugerah yang harus disyukuri. Dialah jodoh Anda dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dan perlu disadari bahwa setiap rumah tangga pasti ada saja permasalahan yang semua ini perlu dicari solusinya. Bukan membiarkan persoalan domestik rumah tangga. Inilah setidaknya warning atau peringatan agar masing-masing pasutri menyadari bahwa hidup berumah tangga merupakan medan perjuangan bukan sekedar arena bersenang-senang. Semua ada konsekuensinya.

Ada kiat-kiat taktis dalam mengontrol cemburu agar tetap dalam koridor syariat :

1. Ridha dengan takdir Allah Ta`ala

2. Tidak membiarkan rasa gelisah pada diri kita supaya sikap kepada pasangan tidak berubah.

2. Berlindung kepada Allah dari gangguan setan, tidak terpengaruh dengan mimpi-mimpi yang buruk.

3. Berpikiran jernih / tidak menurutkan perasaan.

4. Bersungguh-sungguh menjaga diri.

5. Berdoa kepada Allah

6. Melihat akibat buruk, menghindari resiko tindakan buruk sangka pada pasangan.

7. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.

8. Berdzikir, membaca Al-Qur`an, shalat dan belajar ilmu agama.

9. Bersikap optimis.

10. Berangan-angan yang baik

(dikutip dari Bekal Berharga Menjadi Ibu Serba Bisa, Sekolah Ibu, hal. 44-45).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya kecemburuan itu ada yang disukai Allah dan ada yang dibenci oleh-Nya. Adapun kecemburuan yang disukai adalah kecemburuan pada hal-hal yang pasti, sedangkan yang dibenci oleh-Nya adalah kecemburuan pada hal-hal yang tidak pasti” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, An-Nasa`i dan Ibnu Hibban dengan status hasan).

Wallahu a’lam.

Memilih Istri Yang Baik

Imran bin Hithan, sosok ulama sunnah menikahi Hamnah, seorang muslimah berpaham Khawarij. Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Mampukah seorang Imran bin Hithan membebaskan belenggu pemahaman menyimpang sang istri?

Diceritakan oleh Al-Madaim bahwa Hamnah adalah wanita yang berparas cantik. Sedangkan Imran berparas kurang tampan. Suatu hari tatkala kecantikan istrinya membuat kagum, maka sang istri berkomentar, “Saya dan kamu akan masuk surga, sebab engkau mendapat nikmat lalu bersyukur (karena dapat istri cantik), dan saya mendapat musibah dan saya bersabar (karena dapat suami jelek)” (Siyar ‘Alamin Nubala’ Adz Dzahabi, 4/234).

Akhir kisah, justru suami yang mengikuti pemahaman istrinya, menjadi Khawarij tulen. Menyatukan dua perbedaan dalam perkara prinsip yakni aqidah dan manhaj (jalan hidup dalam beragama) bukan perkara ringan. Perbedaan kaca pandang dalam menilai sebuah kebenaran butuh ilmu dan keikhlasan. Masing-masing person untuk bisa menerima dan tunduk pada kebenaran yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. Mengesampingkan hawa nafsu dan ego pribadi butuh kebesaran dan kebeningan hati agar jurang perbedaan sirna dan mereka mampu sepakat untuk kembali pada kebenaran sejati sebagaimana yang dibawakan Rasululullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan dipraktekkan generasi salaf.

Diantara faidah kisah ini adalah apa yang disebutkan oleh Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah tatkala berkomentar tentang kisah ini, “Dengan demikian anda mengetahui bahaya bergaul dan menikah dengan ahlu bid’ah dan aliran-aliran sesat. Tidaklah perubahan drastis Iraq dari mayoritas ahli sunnah menjadi mayoritas syi’ah melainkan karena ahli sunnah menikah dengan syi’ah” (al-Khuthuth al-Nazhair, hlm.91-92).

Bingkai penantian
Teruntuk para muslimah yang belum ditaqdirkan Allah bersua dengan pendamping hati, teruslah memupuk iman serta mengumpulkan bekal menuju perjumpaan dengan kekasih hati. Penantian nan indah ketika dilandasi keikhlasan dan kesabaran yang berujung pada kebahagiaaan sejati. Ketika keresahan menyiksa, saat usia tak lagi belia, teruslah bercita-cita di pertemukannya dengan lelaki shalih yang kapasitas agamanya selaras dengan perintah Allah serta RasulNya. Yakinlah kembang senyum sang pengantin akan engkau rasakan meskipun tak tau sampai kapan kereta pernikahan akan membawanya kepada sosok shalih dalam arti yang sesungguhnya. Kalaupun tak di kehidupan dunia, niscaya masih ada harapan di kehidupan akhirat. Jangan kau gadaikan prinsip hidupmu, aqidah shahihahmu dan jalan Islam yang lurus hanya demi sosok mempesona pria yang membuaimu dengan janji-janji manis indahnya pernikahan. Harmonisasi sepasang pasutri sejati hanya terwujud tatkala suami istri memiliki landasan agama yang menjadikan tauhid sebagai landasan hidup. Meneladani Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dalam derap langkah kehidupan, menjalankan syariatnya dan menyebarkan kebenaran sejati.

Menikah karena orientasi akhirat. Hidup berumah tangga visi dan misi keduanya harus sejalan dan mereka akan mampu bersinergi serta berkolaborasi secara mempesona untuk mencapai kebahagiaan ketika selalu berpegang pada jalan-Nya. Penantian akan semakin indah ketika muslimah terus memproses diri menjadi shalihah. Terus melayakkan diri membina diri menjadi pribadi bertaqwa.

Menggapai mentari
Ukhti… yakinlah jodoh telah di tetapkan lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan semesta ini. Jangan di rundung nestapa, bergaulah dengan orang orang shalih-shalihah agar anda pun kelak berdampingan dengannya. Dan andapun mampu menshalihkan diri.

Qatadah rahimahullah berkata: “Sesungguhnya kami, demi Allah, belum pernah melihat seorang menjadikan teman buat dirinya, kecuali yang memang menyerupai dia. Maka bertemanlah dengan orang-orang yang shalih dari hamba-hamba Allah agar kamu digolongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka” (Al-Ibanah, 2/477, no 500).

Kebahagiaaan sejati ada dalam ketaqwaan seseorang, bukan pada setumpuk harta, tidak pula pada lelaki yang tidak jelas aqidah serta manhajnya. Seringkali pernikahan ‘sad ending’ lantaran pasutri seringkali berseteru saling mempengaruhi dan mendakwahi pasangan untuk mengikuti pemikirannya. Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pilihan terbaik untuk anda dan akan merasakan manisnya iman.

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سَوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إلاَّ لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berwasiat : “Ada 3 hal siapa saja yang ada di dalamnya maka ia akan mendapatkan manis iman, yaitu ketika Allah dan Rasul-Nay lebih ia cintai olehnya dari pada orang lain. Jika ia mencintai seseorang semata-mata karena kecintaannya kepada Allah dan jika ia benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimanan kebenciannya untuk dimasukkan ke dalam neraka” (HR Bukhori no.16, 69410, dan Muslim no.43).

Wallahu a’lam.

Amru bin Salamah

Dia adalah qari‘ yang berusia enam tahun. Amru bin Salamah pernah menjadi imam shalat karena ia memiliki banyak hafalan Al-Qur’an.

Para sahabat telah mengakui hak anak kecil tersebut, Amru bin Salamah berkata, ”(ketika terjadi penaklukan penduduk kota Makkah), ayah dan kaumku segera masuk Islam. Ketika ayahku datang, ia berkata, “Demi Allah aku membawa kalian sebuah kebenaran dari sisi Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Lakukanlah shalat ini, pada waktu ini, dan shalat itu, pada waktu itu. Apabila datang waktu shalat, seorang dari kalian hendaklah salah seorang dari kalian beradzan dan yang mengimami shalat kalian adalah yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya. Mereka saling memandang dan tidak ada seorangpun yang lebih banyak hafalannya daripada aku, karena aku telah mempelajarinya dari kafilah dagang. Maka mereka pun mengajukan diriku di hadapan mereka, padahal usiaku saat itu usia enam atau tujuh tahun. Pada diriku melekat kain kecil yang jika aku sujud kain itu tersingkap dari diriku. Seorang wanita dari suatu wilayah lewat dan berkata, “Mengapa kalian tidak menutupi pantat pembaca Al-Qur’an kalian?”. Akhirnya mereka membeli kain dan memotongkan untukku satu baju. Aku tidak pernah gembira oleh sesuatu segembira saat mendapatkan baju itu” (HR. Shahih Al Bukhori: V/1564).

Islam sangat memperhatikan dan memuliakan anak kecil karena keistimewaan atau kelebihannya dalam membaca dan memiliki hafalan Al-Qur’an yang lebih banyak dibandingkan dengan orang lain.
Selain diajarkan Al-Qur’an orang tua atau pendidik membimbingnya untuk memahami gerakan atau bacaan shalat. Serta perkara-perkara yang berkaitan dengan thaharah agar shalatnya sah. Terlebih lagi ketika jadi imam shalat, meskipun masih kecil ia perlu dipahamkan rukun, syarat dan berbagai perkara yang berhubungan dengan ibadah shalat.

Dan kisah Amru bin Salamah di atas, hendaklah memotivasi orang tua atau pendidik untuk lebih mendekatkan anak agar berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menghafal Kitabullah di usia dini lebih terpatri dalam ingatan dan lebih kokoh hafalannya karena fitrahnya masih polos dan belum banyak permasalahan yang dihadapinya.

Ketika seorang anak memiliki respon positif, semangat dan kemauan keras untuk menghafal Kitabullah maka anda perlu membimbingnya secara maksimal sesuai dengan kapasitas kemampuannya dan kecerdasan akalnya.

Jadikan anak mencintai Al-Qur’an dan bimbinglah dia meraih kemuliaan hidup bersama Al-Qur’an dengan mengajarkan membacanya, memahamkan maknanya, serta menjadikannya bahagia dengan Al-Qur’an. Dengan mengajarkan Kitabullah dan menegakkan shalat sejak dini ia akan tumbuh selaras dengan fithrahnya.

Semoga kisah di atas menginspirasi orang tua dan pendidik untuk lebih intens membimbing anak membaca Al-Qur’an dan memahamkan maknanya dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Kemampuan dan kecerdasan anak memang tidak sama, namun ketika kita memiliki niat dan cita-cita yang tinggi untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati, kita akan dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala. Meskipun mereka bukan seperti Asy-Syafi’i yang hafal Al-Qur’an sejak usia tujuh tahun atau Ibnu Abbas yang saat usianya masih kecil telah hafal ayat-ayat muhkam. Dan jangan pernah lupakan berdo’a kepada Allah ‘azza wa jalla agar kita diberi kekuatan dan kemudahan dalam mendidik anak.

Akan bermunculan Amru bin Salamah ketika dipersiapkan sejak dini untuk mencintai Al-Qur’an, membacanya, menghafalkannya serta mentadabburinya. Ibnu Al-Muflih berkata, “Belajar di waktu kecil lebih melekat di benak, maka seyogyanya orang tua memberikan perhatian terhadap persoalan ini, sekalipun orang tua itu cerdas dan antusias dalam mencari ilmu, tetap saja jangan menjadikan usia dini anak, kelemahan dan keterbatasannya menjadi sebab untuk tidak menuntut ilmu” (Al-Adab Asy-syar’iyyah, I/44)

Wallahu a’lam.

Jawaban Dari Doa

Komik Islami – Pada doa-doa yang dilangitkan, sesungguhnya hanya menunggu waktu saja ia akan menjadi nyata. Berbuah manis, dan membuat kita berkali-kali mengucap syukur dan selama itu tidak tergesa-gesa.⁣⁣
⁣⁣
Rasulullah pernah bersabda, “Allah pasti akan memberi jawaban doa seseorang selama ia tidak tergesa-gesa.” ⁣⁣
⁣⁣
Lantas para sahabat bertanya, “Bagaimanakah yang tergesa-gesa itu ya Rasulallah?”⁣⁣
⁣⁣
Maka Nabi menjawab, “Dia yang berkata; aku sudah berdoa, tetapi Allah belum juga mengabulkan”. Lalu ia tinggalkan doanya.⁣⁣
⁣⁣
Percayalah, pada akhirnya kita akan sampai pada doa-doa yang kita tenun. pada akhirnya kita tidak akan kecewa pada apa-apa yang kita pintakan. ⁣⁣
⁣⁣
Dan pada akhirnya Allah akan membuat hati kita meleleh disebabkan takjub karena kebaikan-kebaikan-Nya tak pernah berhenti menyelimuti kehidupan kita.⁣⁣
⁣⁣

Membantu Pedagang Kecil

Komik Islami – bila bertemu yang seperti ini, bisa dibantu dengan cukup membelinya walau tidak sepenunya perlu,
.
tidak butuh uang banyak, cukup menyisihkan sebagian itu sudah buat mereka senang, lebih bagus lagi bila dibeli dengan uang lebih tanpa harus berharap minta kembali.

Jangan Tidur Sehabis Sahur

Komik Islami –  Kalian harus tau nih kalo ternyata ada banyak bahaya atau risiko gegara tidur setelah sahur atau setelah subuh nih…. apa ajah tuh??
.
1. Penumpukan energi yang bakal bikin GEMUK.. nih… kalian yang lagi diet atau pengen kurus… pantangan nih buat tidur setelh sahur, karena bisa jadi puasa yang harusnya ngurangin makan dan bikin berat badan turun malh sebaliknya jadi malah tambah gemuk deh
.
2. Tidak mendapat berkah dan rezeki dari Allah.. jadi Rasulullah pernah bersabda “Ya Allah berkahilah umatku pada pagi hari” (HR. Bukhari) … ini nih klian yang biasa tidur sesudah subuh atau sesudah sahur maka nggak Allah kasih limpahan berkah *bisa jdi kalian tetep dapet banyak rezeki tapi rezekinya jadi nggak berkah deh… jadi krasa cepet habis uangnya… terus ngerasa ini uang koo cepet abis yaa… kayanya uang ini kaya air ajh numpang lewat ajah wkwk
.
3. Bikin lemes dan nggak bersemangat.. tidur setelah subuh dan setelah sahur ini bikin kamu pusing pas bangun, abis itu jadi males deh beraktifitas selanjut2 nya jadi mager *maunya gogoleran ajh di tempat tidur beuh… kalo ini sudah terjadi… makin nggak produktif dank Ramadhannya..
.
4. Meningkatkan risiko stroke
nah pagi hari itu waktu.. metabolisme kita lagi optimal2nya bekerja buat mencerna semua yang masuk dalam tubuh. nah kalo kita tidur akhirnya nggak kecerna… kesalahan atau kegagalan metabolisme ini yang bikin ada kecenderungan penyumbatan pada pembulu darah yang bisa bikin kamu stroke… hayo udah takut belum???
.
.
gituh guys bahaya tidur abis sahur dan abis subuh… hayoo yang Ramadhan cuma disi dengan bobok2 syantik… yakin tuh??? ntar tiba2 malaikat datang mau nyatat apa ??? org kitannya tidur mulu… wk jadi dilewatin deh sama malaikat… sayang kan??? … yook bangun kebiasaan baik dari sekarang, selagi muda… ayo buat perubahan dari kamar kalian wkwkw *jadi mulai hari ini jangan tidur setelah subuh atau setelh sahur ya guys.. semoga bermanfaat 🙂

Bacaan Islami Lainnnya:

– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Dosa Yang Lalu Akan Diampuni

KEWAJIBAN berpuasa bagi kaum muslimin dan muslimat merupakan perintah Allah Subhanahu wataala yang wajib dilaksanakan. Melaksanakan sebuah amal sah-sah saja dengan berharap pahala yang besar dan justru memang harus seperti itu agar semangat dalam menjalankan sebuah amalan.

Dalam hadits dari Abu Hurairah radiallahu anhu, ia berkata, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760). Hadits tersebut menjelaskan bahwa berharap pahala dari Allah subhanahu wataala merupakan salah satu sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, tentu dengan didasari keimanan karena Allah.

Dalam kitab Fathul Bari disebutkan bahwa yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban perintah berpuasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab dalam hadits tersebut adalah mengharap ganjaran pahala dari Allah Taala.

Hadits tersebutmemberikan petunjuk bahwa puasa yang benar adalah ketika didasari oleh keimanan kepada Allah dan mengharap pahala dari-Nya. Puasa yang benar adalah puasa yang didasari atas iman dan puasa tersebut juga dilakukan ikhlas karena Allah, kemudian mengharapkan pahala Allah saja, membesarkan syariat-Nya, bukan melakukannya atas dasar ingin dilihat atau dipuji orang, cari atau hanya sekadar mengikuti kebiasaan orang sekitar karena berpuasa.

Oleh karena itu, jika seorang muslim mendasari puasanya karena keimanan, selain itu ia juga mengharap pahala dan ridho, maka ketenanganlah yang akan ia dapatkan. Juga tidak akan merasa berat ketika menjalani ibadah puasa.

Komik Anak Lainnnya:

– Komik Islami Renungan Sedih
– Komik Islami Remaja Di Bulan Ramadhan
– Komik Islami Untuk Anak SD
– Komik Cinta Romantis Islami
– Komik Humor Islami Suami Istri
– Komik Islami Lucu Hitam Putih Untuk Remaja
– Komik Islami Menyegerakan Berbuka
– Komik Islami Sholat Berjamaah Dirumah
– Komik Pendek Islami Ajakan Tilawah
– Komik Islami Menjaga Pandangan
– Komik Islami Jangan Pelit Ilmu
– Komik Islami Sholat Untuk Mengingat Allah

– Komik Islami Tarawih Surat Pendek
– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya
– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an
– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri
– Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin
– Mengenang Sepenggal Kisah Andalusia
– Jika Jodoh Pasti Bertemu

– Berbuatlah Baiklah
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Khalid bin Walid Battle

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Komik Islami Bersyukur Dan Bersabar

Komik Islami Bersyukur Dan Bersabar

Komik Anak Lainnnya:

– Komik Islami Renungan Sedih
– Komik Islami Remaja Di Bulan Ramadhan
– Komik Islami Untuk Anak SD
– Komik Cinta Romantis Islami
– Komik Humor Islami Suami Istri

– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an
– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang

– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri
– Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin
– Mengenang Sepenggal Kisah Andalusia
– Jika Jodoh Pasti Bertemu
– Berbuatlah Baiklah
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Khalid bin Walid Battle

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Doa Di Waktu Yang Mustajab

WAKTU MUSTAJAB

Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan berbuka

Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ . . . .
.
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : .
(1) Pemimpin yang adil, .
(2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, . .
(3) Do’a orang yang terdzolimi.” .
.
Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri. Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى .
.
“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii”
.
.
[Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku] .

– Komik Islami

Komik Anak Lainnnya:

– Komik Islami Renungan Sedih
– Komik Islami Remaja Di Bulan Ramadhan
– Komik Islami Untuk Anak SD
– Komik Cinta Romantis Islami
– Komik Humor Islami Suami Istri

– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an
– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang

– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri
– Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin
– Mengenang Sepenggal Kisah Andalusia
– Jika Jodoh Pasti Bertemu
– Berbuatlah Baiklah
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Khalid bin Walid Battle

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Komik Islami Lemah Lembut Kepada Anak

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah Shallallau ‘Alaihi Wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR.Tirmidzi).

.
Orang tua yang sukses dalam mengajari anak harus menjauhi hukuman fisik dan kekerasan kepada anak. Tindakan kekerasan dapat berbahaya untuk anak karena akan menimbulkan luka batin dan trauma semasa kecilnya, sehingga hubungan orang tua dan anak kelak menjadi tidak harmonis. Oleh karena itu ketika menjadi orang tua alangkah baiknya bersikap lemah lembut terhadap anaknya.