Menikahlah Atau Berpuasa

– Disunnahkan Menikah Atau Berpuasa
“Kami berangkat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Waktu itu kami masih muda. Kami belum mampu melakukan sesuatu.
Beliau bersabda: “Wahai para pemuda, menikahlah! Karena (nikah) itu lebih bisa menjaga pandangan dan kemaluan kalian. Barangsiapa yang belum mampu, berpuasalah. Sebab, puasa itu adalah perisai.”
(HR. Tirmidzi)
Kalau membahas soal nikah kok jadi Baper ya.. .. doain aja admin tahun ini bisa menikah.. Amin 

Malu Bagian Dari Iman

Semakin tidak tahu malu dengan kemaksiatan, semakin tipis iman seseorang.
– Islam Nasehat
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari keimanan.”
(HR. Nasa’i)

Berlatih Memanah Dan Menunggang Kuda

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hanya dengan satu anak panah, Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam surga; orang yang membuatnya dengan niat untuk suatu kebaikan; orang yang melemparkannya dan orang yang mempersiapkannya.”
Kemudian beliau bersabda: “(gemarlah berlatih) melempar dan berkendara. Sungguh, kalian melempar lebih aku sukai dari pada kalian berkendaraan. Setiap permainan yang dilakukan oleh seorang laki-laki muslim adalah batil kecuali latihan dia melempar anak panah dengan busurnya, atau pengajarannya terhadap kuda tunggangannya, atau senda guraunya dengan isterinya, karena sesungguhnya itu semua termasuk kebenaran.”
(HR. Tirmidzi)

Pahala Yang Besar Jika Bersyukur Setelah Makan

Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaid bin Abi Qurrah telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Hilal telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Abi hurroh dari pamannya Hakim bin Abi Hurroh dari Salman Al Aghor dari Abu Hurairah, dia berkata; aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Orang yang makan kemudian bersyukur pahalanya sebagaimana orang yang berpuasa kemudian bersabar.”
HR. Ahmad

Sholat Dengan Satu Kain

Telah menceritakan kepada kami Ali bin ‘Ashim dari Khalid Al Khidza` dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Bolehkan kami shalat dengan satu kain?” maka beliau menjawab; “Apakah setiap dari kalian bisa mendapatkan dua kain.
HR. Ahmad

Jangan Melihat Paha

Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Rauh bin Ubadah dari Ibnu Juraij dari Habib bin Abu Tsabit dari Ashim bin Dlamrah dari Ali ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Jangan engkau perlihatkan pahamu, dan janganlah engkau lihat paha orang yang masih hidup atau yang telah meninggal. “
HR. Ibnu Majah

Kenapa Dinamakan Hari Jumat

Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Al Faraj bin Fadhalah berkata; telah menceritakan kepada kami Ali bin Abi Thalhah dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; “kenapa dinamakan hari jum’at?” maka beliau bersabda: “Karena pada hari itu tanah yang ayahmu Adam dicipta darinya dicetak, pada hari itu akan terjadi kiamat dan dibangitkannya manusia, pada hari itu juga terdapat kedahsyatan pembalasan, dan di akhir dari tiga waktu dihari itu ada satu waktu yang barangsiapa berdoa di dalamnya kepada Allah ‘azza wajalla maka Allah akan mengabulkannya.”
HR. Ahmad

Tidak Boleh Menghina Sesama Muslim

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Dawud bin Qois dari Abu Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi, tidak menelantarkan dan tidak menghinanya. Cukuplah seorang muslim itu dikatakan buruk bila ia menghina saudaranya sesama muslim.”
HR. Ahmad

Sihir Dalam Kata Kata Yang Indah

Telah menceritakan kepada kami Abu Amir Abdul Malik bin Amr, telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Zaid bin Aslam, saya mendengar Ibnu Umar berkata, dua orang laki-laki datang dari sebelah timur, keduanya adalah khatib dijaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Dua orang laki-laki itu berdiri kemudian menyampaikan pidato, lalu duduk kembali. Kemudian Tsabit bin Qais -Khathib Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam- tampil, berpidato, kemudian duduk kembali. Orang-orang menjadi terkesima terhadap pidato mereka. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam kontan berdiri dan bersabda: “Wahai sekalian manusia, berbicaralah yang sewajarnya saja, sesungguhya pembicaraan yang berbelit-belit dari setan.” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya diantara lafadz yang indah terdapat apa yang disebut sihir.”
HR. Ahmad