Tips Memantaskan Diri

Tips memantaskan diri
.
1. Belajar taat pada syariat Islam.
Belajarlah taat pada syariat Islam. Sebab ketaatan kepada Allah adalah telah membangun pribadi yang berkomitmen.  Kalau di hadapan Allah yang tak terlihat saja ia taat, maka Insyaa Allah ia pun siap untuk menikah. .
2. Pelajari cara berumah tangga Rasul dan sahabat.
Dear.. Ilmu itu penting, Banyak pelajaran yang berharga dalam rumah tangga Rasul dan juga sahabat2nya. Allah pun berfirman bahwa banyak kisah2 terdahulu yang telah termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk diambil pelajaran.
.
3. Latihan mengambil peran Ibu di rumah
Dear.. Salah satu indikasi kamu siap menikah adalah, kamu bisa menggantikan posisi orangtuamu. Karena siap menikah, juga harus siap menjadi orangtua, mengurusi semua urusan rumah tangga serta menyelesaikan masalah2nya 😉
Sudah pernah coba?
.
4. Sering-sering membantu mengasuh anak.
Kamu mau nikah, tapi nggak suka anak-anak? Serius siap nikah?
Dear.. Berlatihlah dengan membantu oranglain mengasuh anak. Jangan sampai katanya siap menikah, suka main sama anak2, tapi giliran diamanahi mengurus anak, itu menjadi hal yang bikin stress bagi kita. 😅
.

Rahasia Jodoh

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)
.
Alila tau mendapatkan pasangan yang tidak taat bagi seseorang yang taat adalah ujian yang berat.
.
Dear.. Siapapun dia yang Allah takdirkan mendapatkan ujian di atas rata-rata tentu bukan orang biasa. Ingatkah dengan kisah Asiyah istri dari Fir’aun sang raja yang mengaku sebagai Tuhan, yang begitu angkuh karena kekuasannya, yang sampai tega membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir karena takut kehilangan kekuasaan? Padahal Asiyah adalah seorang yang taat pada Allah. Ketika Fir’aun mengetahui ternyata Asiyah lebih memilih menyembah Allah dari pada dirinya. Fir’aun memberikan ancaman hingga siksaan kepada Asiyah sampai akhir hayatnya. Tapi hal tersebut tidak sama sekali menggoyahkan keteguhan hati Asiyah untuk beriman kepada Allah.
.
Kita bisa lihat bahwa Asiyah memang bukan muslimah biasa, ia memiliki keteguhan hati yang begitu kuat. Karena keteguhan hatinya itulah Allah muliakan ia, Allah tampakkan surga disaat ia masih hidup, dan Allah muliakan kisahnya dalam Al Quran.
.
Dear.. Ketika ada seseorang yang mendapat ujian di atas rata-rata. Maka Alila rasa dialah orang istimewa pilihan Allah. Allah sedang menguji kesabaran sekaligus keimanannya. Jika ia lolos dengan ujian itu, Allah akan muliakan dan naikan kedudukannya kelak di hadapanNya.
.
Allah berfirman : “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d : 24).
.
#QnA #PantaskanDirimu

Jodoh Terhalang Restu Orangtua

Assalamu’alaykum #lovalila
.
Bismillah Alila coba jawab pertanyaan diatas !
.
Tanda-tanda siap nikah menurut Alila yaitu? bagaimana Aqliyah dan Nafsiyah itu berperan didalamnya
.
contoh dari Aqliyah, cara kita berfikir tentang berumah tangga bukan cuman sehari atau dua hari, tapi ibadah terpanjang dan cara menerapkan syar’at Allah didalam keluaraga tersebut
.
contoh dari Nafsiyah, yaitu bagaimana kita sudah mempersiapkan mental untuk mengoptimalkan peran kita sebagai istri, misalnya mengurus suami,menidik anak,mengurus rumah tapi tidak melupakan dakwah, harus ada keseimbangan (menejemen tawazun)
.
Dan sebenarnya jika kita pahamkan kepada Orng tua tentang Rezeki bahwa ketika kita menikah kita di mampukan In Syaa Allah orang tua kita akan paham tentang teori rezeki
.
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)
.
.
dan Alila harapkan belajarlah memanage uang agar rezeki yang kita peroleh tidak keluar dengan sia-sia.
.
#PantaskanDirimu

Mengenal Siti Khodijah

Setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira, Rasulullah ﷺ kembali ke rumah menemui istrinya, Khadijah, dalam keadaan ketakutan. Beliau duduk di sisi istrinya lalu semakin merapat padanya. Sebagaimana disebutkan dalam satu riwayat:
“Aku duduk di sisinya kemudian bersandar padanya.”
.
Ketika Rasulullah ﷺ menceritakan semua yang ia lihat kepada istrinya, termasuk bahwa ia diangkat menjadi seorang utusan Allah, Khadijah radhiallahu ‘anha  memberikan tanggapan yang luar biasa. Dengan yakin ia menanggapi:
“Berbahagialah wahai putra pamanku dan teguhlah engkau. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya! Sungguh aku berharap engkau menjadi nabinya umat ini.” (Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236).
.
Perkataan indah yang terucap di saat sang suami merasa takut dan sedih. Perkataan yang mampu mengokohkannya di tengah bimbang dan ragu. Ucapan ini mengindikasikan Khadijah tahu akan ada seorang rasul yang diutus. Dan orang yang ia harapkan untuk menjadi rasul itu adalah suaminya sendiri. Dengan demikian, keimanan Khadijah bukan semata keimanan fanatik keluarga, tapi sesuatu yang dibangun dengan ilmu.
.
“Sungguh aku melihat suatu cahaya. Aku mendengar suara. Aku takut kalau aku gila.” Khadijah menjawab, “Tidak mungkin Allah akan membuatmu demikian wahai putra Abdullah.” Kemudian Khadijah menemui Waraqah bin Naufal. Ia ceritakan keadaan tersebut padanya. “Jika benar, maka itu adalah Namus seperti Namusnya Musa. Sekiranya saat dia diutus dan aku masih hidup, aku akan melindunginya, menolongnya, dan beriman kepadanya,” kata Waraqah. (HR. Ahmad 2846).
.
Betapa luar biasanya hikmah Allah ﷻ memilihkan Khadijah radhiallahu ‘anha untuk Nabi Muhammad ﷺ. Istri yang hidup bersamanya saat wahyu pertama tiba. Istri yang mampu memberikan ketenangan saat seorang suami yang berjiwa tegar pun merasa kebingungan. Dia tetap tenang dan memberikan ketenangan.
.
Kemudian, ia yang pertama membenarkan risalah kerasulannya saat orang-orang mendustakannya. Ia tetap bersama suaminya di tengah tekanan kaumnya. Ia menolong dan membelanya. Semoga Allah meridhaimu wahai ibunda kami, Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid
.

Doa Saat Safar

Assalamu’alaykum #Dear Lovalila
.
Malam ini Alila mau ingetin doa safar bagi kalian yang akan pergi agar berpergian masih tetap meminta perlindungan kepada Allah
.
Dear artinya safar itu benar-benar akan mendapati kesulitan. Coba bayangkan jika Anda melakukan safar dari luar negeri kembali ke kampung halaman. Apalagi jika safar tersebut mesti transit di beberapa kota. Yang sebelumnya mungkin ditempuh dalam waktu 9 jam, karena mesti transit di kota lain, akhirnya perjalanan tersebut memakan waktu hampir 24 jam. Apalagi keadaan di kendaraan atau pesawat yang kurang menyenangkan karena kita tidak bisa tidur sebagaimana layaknya. Badan tidak bisa direbahkan ke kasur yang empuk. Sungguh amat menyulitkan.
Karena kondisi sulit dalam safar, hati pun akhirnya pasrah. Saat hati begitu pasrah, itulah saat mudah diijabahinya do’a. Saat kepasrahan hati pada Rabb ‘azza wa jalla, itulah hakekat ‘ubudiyah (penghambaan), penghinaan, dan menundukkan diri pada-Nya. Akhirnya seorang hamba pun mengikhlaskan diri beribadah pada-Nya. Jika kondisi seseorang demikian, maka doa yang ia panjatkan akan makin mudah diijabahi. Semakin lama seseorang bersafar, semakin dekat pula do’a itu dikabulkan.
Wahai saudaraku … Manfaatkanlah waktu ketika engkau bersafar untuk banyak memohon segala kemudahan dari Allah Ta’ala. Mintalah kemudahan dari-Nya atas urusan safarmu. Begitu pula mohonlah pada Allah agar dimudahkan dalam urusan dunia lainnya, begitu pula jangan lupakan yang utama doa agar diberi berbagai kemudahan dalam hisab di akhirat. Jangan lupa doakan atas kebaikan diri, dijauhkan dari kejelekan diri, begitu pula doakan kebaikan bagi istri, anak, orang tua, kerabat dan saudara muslim lainnya.
Dzikir saat safar yang bisa diamalkan agar safar jadi lebih berkah:
Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ
“Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[1]. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”
.
(Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)[2]
.
Semoga Allah selalu memberi kemudahan dalam setiap safar kita. Semoga safar kita adalah safar yang penuh berkah
.

Jangan Sampai Jadi Guru Tapi Anak Sendiri Terbengkalai

Bagaimana pendapat Hijab Alila mengenai orang tua yang bekerja sebagai guru, mencerdaskan anak bangsa namun anaknya sendiri terbengkalai. Lebih memilih menyerahkan pada bimbel dan guru ngaji
bismillahirrohmaanirrohiim.. Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear..
.
Menjadi seorang Guru adalah pekerjaan yang mulia, mengajarkan Ilmu yang bermanfaat adalah salah satu kontribusi besar dalam upaya memajukan ummat. Dan pekerjaan ini pahalanya juga besar disisi Allah. Ingat kan dear,  4 perkara yang amalannya tidak akan terputus hingga kita wafat, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. MaaSyaa Allaah..
.
Tapi perlu diingat, bagi yang sudah diamanahi suami dan anak, apapun profesi kita di luar rumah, jangan sampai hal itu melalaikan kewajiban dan tanggungjawab kita di dalam rumah.
.
Mendidik anak adalah mutlak tanggungjawab seorang Ibu. Meski dititipkan ke sekolah, atau guru ngaji, pendidikan dari ibu tidak gugur. Sederet aktivitas anak tidaklah menjamin kebaikan akhlak, kepribadian dan kecerdasan seorang anak tanpa didikan langsung dari orangtuanya, terutama Ibunya.
.
Ketahuilah dear, selain kita mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang terbaik, bahwa merekalah tabungan yang dapat kita persiapkan di dunia untuk bekal akhirat, yaitu anak2 yg taat pd Allah. Anak yang shalih-shalihah.
.
Yuk kita doakan semoga guru-guru kita pun memiliki anak-anak yang shalih/ah, baik akhlak dan perilakunya, serta cerdas pemikirannya.
Mudah2an doa kembali kepada yang mendoakan, semoga #Lovalila menjadi pencetak generasi terbaik dan dapat mendidiknya dengan baik. aamiin 😇
#TiadaUmmatTanpaUmm

Ketika Orangtua Memaksa Kita Menjadi Wanita Karir

Bismillahirrahmanirrahiim…
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear…
.
Bagaimana meyikapinya jika orang tua menginginkan kita berpenghasilan besar untuk membalas, sedangkan kita punya niat untuk jadi ibu rumah tangga.
.
Nah yang perlu di pahami disini adalah, wanita bekerja itu hukumnya MUBAH. Yang HARAM adalah ketika dia bekerja dia harus meninggalkan kewajibannya. Karena yang kita tahu, untuk bekerja di negara yang tidak bersistem Islam sangat sulit mencari pekerjaan yang Pro dan sesuai Islam. Tapi jika kita bisa mengatasi hal tersebut dan bisa memastikan tak ada kewajiban yang terhalang (termasuk kewajiban sebagai ibu), maka bekerja bagi wanita itu mubah.
.
Namun jika kita memiliki niat untuk menjadi ibu rumah tangga yang maksudnya agar tak memiliki ikatan dengan perusahan maka itu pun baik. Dan niatan ini bisa untuj dikomu ikasikan dengan orang tua secara berkala. Tidak bisa orang tua paham dalam waktu yang singkat, apalagi itu berkaitan dengan prinsip mereka.
.
Untuk masalah pendapatan, Alila pikir dengan menjadi ibu rumah tangga pun bisa kok mendapat penghasilan. Kita bisa berjualan atau menyalurkan kemampuan kita tanpa harus punya ikatan dengan perusahaan.
.
#TiadaUmmatTanpaUmm

Bolehkah Izin Pergi Ke Kajian Tanpa Izin Orangtua?

Assalamu’alaykum Dear #lovalia bismillah Alila coba jawab pertanyaan diatas bagaimana menunjukan cahaya islam ke orang tua ? apa salah kalau kita keluar rumah untuk kajian tanpa sepengetahuan dan izin orang tua ?
.
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” .
Dear dari ayat diatas bisa kita simpulkan bahwa kita harus patuh kepada Allah dan tidak menyembah selain Allah, maka tugas kita adalah mengaji mencari tau apa aja sih yang Allah perintahkan dan apa aja yang dilarang Allah
.
Maka setelah itu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan setelah kita mengetahui perkara apa aja yang Allah perintah. kita juga di perintahkan untuk mngajak orang tua kita mempelajari islam sama-sama.
.
Bagaimana cara mengajaknya?
1. kita berprilaku yang baik dan sopan kepada mereka, berkata baik dan berbakti kepada kedua orang tua, jika orang tua kita senang dengan sikap yang baik kepada mereka, ajaklah orang tua kita kekajian 
2. jika orang tua kita belum mau maka doakanlah orang tua kita agar orang tua kita juga sama ingin mengkaji islam bersama dengan kita
.
Dan ingat walaupun orang tua kita belum paham islam dan belum mau menjalankan islamnya kita tidak boleh berlaku kasar kepadanya sampai berkata Ah, tapi teruslah berbakti kepadanya selagi perintahnya baik-baik untuk kita maka turutilah, namun jika suruhannya menjauhkan kita kepada Allah, misal tidak mengizinkan kita pergi kekajian, maka tak apa kita tak perlu izin kepada orang tua kita, karena dari ayat Allah diatas, yang harus kita patuhi pertama Adalah Allah pergi kajian adalah upaya kita untuk memahami islam dan Allah senang itu,
Yang kedua adalah orang tua kita
.
Jadi tidak salah jika kita pergi kekajian tidak tahu orang tua. Namun denga syarat orang tua kita memang tidak suka dengan aktifitas kita pergi kekajian
.
Tapi kalau orng tua kita baik2 aja kita wajib memberitahunya bahwa kita pergi kekajian
.
Wallau’alam semoga bermanfaat
.
#TiadaUmmatTanpaUmm

Beriman Kepada Allah Dan Hari Akhir

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam” (HR. Bukhari).
.
Dear #Lovalila … Jika kita termasuk orang yang beriman kepada hari akhir, maka lakukan 3 hal seperti hadits diatas ya dear
1. Muliakanlah tamu
2. Sambung silaturrahim
3. Berkata baik atau diam
Point 1 ✔
Point 2 ✔
Point 3 ??
Banyak-banyak latihan ya dear..
Terkadang lisan ini suka menyakiti hati oranglain tanpa kita sadari. Namun tidak demikian jika setiap yang hendak kita lakukan itu difikirkan terlebih dahulu. Melukai orang lain kah? Atau hanya sia-sia belaka?
Kalau yang keluar dari lisan kita hanya demikian, maka lebih baik diam.
.
Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya dear.. Agar dihari akhir nanti, hisab ini ringan dan syafaat kita dapatkan.
.

Menghindari Halal Bi Halal Yang Ada Ikhtilathnya

Bila mendapat undangan halal bi halal yang jelas ada ikhtilath nya, dan kita tidak datang, Apakah hal tsb dapat menghambat rezeki karena memutus silaturahim? Dan bagaimana cara menyampaikan nya?
.
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😉
Perlu diketahui dear.. Silaturrahim itu ditujukan untuk yang se-rahim atau saudara dekat.
.
Abu Ja’far Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullâh berkata:
“Pada ayat di atas, Allâh menganjurkan agar menyambung hubungan dengan sanak kerabat dan orang yang mempunyai hubungan rahim dan tidak memutuskannya”.[Tafsir Ath-Thabari, juz 1/144 dan tafsir ibnu katsir, bab 1/83]
.
Oleh sebab itu, hendaknya setiap muslim melakukan silaturrahmi dengan sanak kerabat, baik dengan saudara laki-laki dan saudara perempuan, baik sekandung maupun hanya saudara sebapak atau seibu, atau sepersusuan. Semua hendaklah saling menyayangi, menghormati dan menyambung hubungan kekerabatan, baik pada saat berdekatan maupun berjauhan.
.
Jadi, Halal bi halal yang dilaksanakan selain dari keluarga, jika konsep acaranya sudah jelas jelas campur baur antara laki2 dan perempuan (ikhtilath), maka lebih baik dihindari ya dear.
.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam selalu berupaya mencegah terjadinya ikhtilath antara laki-laki dan wanita bahkan termasuk dibagian bumi yang paling Allah cintai, yaitu masjid, dengan cara memisahkan barisan antara laki-laki dan wanita, kemudian agar jamaah laki-laki tetap berada di masjid hingga jamaah wanita keluar, lalu dibuatkan pintu khusus di bagian masjid untuk wanita.
.
Dari Ummu Salamah radhiallahu anha dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, jika beliau salam (selesai shalat) maka kaum wanita segera bangkit saat beliau selesai salam lalu beliau diam sebentar sebelum bangun.
Ibnu Syihab berkata, ‘Saya berpendapat bahwa diamnya beliau adalah agar kaum wanita sudah habis sebelum disusul oleh jamaah laki-laki yang hendak keluar masjid.” (HR. Bukhari, no. 793)
.
Kalo soal rezeki, semua ciptaan Allah itu audah dijamin rezekinya, tapi memang menyambung silaturrahmi itu dapat memperlancar rezeki. 😀
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi].
.