Pacaran Bikin Gak Hafal-Hafal Qur’an

Kalo ngelupain dia aja berat, wajar kalo hafalan Qur’annya susah di ingat. Karena Qur’an tidak selaras dengan maksiat.
.
Ketika seseorang masih berkecimpung dengan kemaksiatan maka dalam waktu yang sama pasti dia sangat susah untuk melakukan ibadah kepada Allah Ta’ala. Kerana memang jalan menuju Allah tak selaras dengan jalan kemaksiatan.
.
Maka ini sangat mudah sekali untuk menjafi indikasi dan pengingat pada diri sendiri. Jika memang kita sangat susah untuk beribadah. Maka segeralah beristighfar dan mengingat, dosa apa yang telah kita perbuat, sehingga Allah tak mudahkan kita untuk semakin mendekat padanya dengan beribadah.
.
Maka salah satu kemuliaan seseorang adalah ketika ia mampu menghafal Qur’an. Eiittss tapi hati-hati, bersihkan dulu pikiran kita dari memikirkan hal yang haram, jika hendak menaruh AlQur’an yang suci di kepala kita.
.

Stop Pacaran Dan Fokus Mengejar Ridho-Nya

Dulu emang kamu diperhatiin dia. Tapi taukah kamu, kalo perhatian-Nya jauh lebih berharga. Dan itu tidak akan kita dapat jika kita bermaksiat pada Nya.
.
Dulu emang kamu selalu ditemenin dia. Tapi taukah kamu, orang memiliki ikatan dekat dengan Allah itu adalah kemuliaan yang tiada tara. Dan Allah, tak kan pernah mendekat pada dia yang membangkang syari’atNya.
.
Dulu memang kamu merasa selalu dia jaga. Tapi taukah kamu, bahwa penjagaan Allah itu meliputi seluruh alam. Siapa pun yang bertaqwa, Allah jaga keselamatannya di Dunia dan akhirat. Tapi itu hanya berlaku bagi dia yang melakukan taubatannasuuha…
.
Yuk segera lupakan dia. Karena berusaha tanpanya demi mengejar ridhoNya, itu lebih mulia. 😇

Macam-macam Zina

Hati hati mendekati zina!
Zina Al-Laman adalah zina yang umumnya dilakukan dengan mengunakan panca indera, seperti:
1. Zina mata (ain) adalah zina ketika seseorang memandang lawan jenisnya dengan perasaan senang.
2. Zina hati (qalbi) adalah zina ketika memikirkan atau mengkhayalkan lawan jenis dengan perasaan senang dan bahagia.
3. Zina ucapan (lisan) adalah zina ketika membicarakan lawan jenis yang diikuti dengan perasaan senang.
4. Zina tangan (yadin) adalah zina ketika dengan sengaja memegang bagian tubuh lawan jenis diikuti dengan perasaan senang dan bahagia terhadapnya.
5. Zina luar adalah zina yang diperbuat antar lawan jenis yang bukan muhrim dengan melibatkan alat kelamin.
.
Dalam islam, perbuatan zina sangatlah diharamkan dan termasuk dalam dosa besar. Dalam QS. Al-Furqan:68-69, Allah SWT berfirman :
Artinya:”Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)(68), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina (69)”
.
Hukuman untuk pelaku zina menurut agama Islam, yaitu:
– Jika pelakunya sudah menikah melakukannya secara sukarela (tidak dipaksa atau tidak diperkosa), mereka dicambuk 100 kali, kemudian dirajam.
– Jika pelakunya belum menikah, maka mereka didera (dicambuk) 100 kali. Kemudian diasingkan selama setahun.
.
Seperti yang diriwayatkan dalam hadist dan surah berikut ini:
“Ada seorang laki-laki yang datang kepada rasulullah S.A.W. Ketika dia sedang berada di dalam masjid. Laki-laki itu memanggil-manggil rasulullah seraya mengatakan, “Hai rasulullah aku telah berbuat zina, tetapi aku menyesal.” Ucapan itu diulanginya sampai empat kali. Setelah rasulullah mendengar pernyataan yang sudah empat kali diulangi itu, lalu dia pun memanggilnya, seraya berkata, “Apakah engkau ini gila?” “Tidak.”, jawab laki-laki itu. Nabi bertanya lagi, “Adakah engkau ini orang yang muhsan?” “Ya.”, jawabnya. Kemudian, rasulullah bersabda lagi, “Bawalah laki-laki ini dan langsung rajam oleh kamu sekalian.” – HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”- QS. An-Nur 24:2
“Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberi jalan kepada mereka. Jejaka yang berzina dengan gadis didera seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan orang yang telah menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam.” – H.R. Muslim dari Ubadah bin Samit
.

Janji Sebelum Hijrah

Kalau putusnya sadar karena pacaran haram, lalu Bagaimana hukumnya janji yang sudah terlanjur terucap dulu?
Apakah haram, atau harus ditepati?
.
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Dear, Alila coba jawab pertanyaan diatas ya 😉
.
“Tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat” (HR. Bukhari Muslim).
Dalam hadits diatas, bahwa ingkar janji adalah perbuatan yg memasukkan kita kepada golongan orang-orang munafik. Maka setiap janji yang kita ucap, haruslah ditepati.
.
Tapi.. Kalo janjinya waktu dulu pacaran gimana? Kan pacaran dosa..
Dear.. Menepati janji yang sudah kita ucapkan itu wajib, namun janji yg dimaksud adalah perihal yang tidak bersinggungan dengan syariat.
.
Kalau janjimu saat pacaran, misal janji akan setia selama-lamanya, janji mau nge-date, janji memberikan hadiah peluk (iwh). Tapi belum terlaksana, sampai sekarang, karena sudah keburu putus, yaa alhamdulillah. Maka janji itu wajib ditinggalkan. Karena janji yang dibuat itu melanggar syariat, dan juga sudah tidak relevan. Mungkin dulu kamu mengucapkan itu kala tidak tahu hukum pacaran, maka ketika kamu tahu itu salah, segera tinggalkan.
.
Maka, jangan sembarangan membuat janji ya dear.. Apalagi janji untuk maksiyat, beraaat 😢
Allah berfirman:
“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu ’sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,’ kecuali (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah ‘mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS Al-Kahfi: 23-24)
.
Mudah2an kita tidak tergolong sebagai orang-orang yang munafik 😇
.
#HijrahBarengDoi ?

Sudah Pantas Menikah Belum

Serius kamu siap nikah?
Sudahkah kamu memenuhi Indikasi di bawah ini..
1. Sudah di nilai pantas oleh orang tua
Dear… Orangtua adalah orang yg paling mengerti kita. Coba sesekali tanya kepada orangtuamu, “ma, pa, kira2 aku sudah pantas belum untuk menikah?”
Kalo mereka memberi lampu hijau, maka berarti kamu sudah memenuhi 1 indikasi siap menikah. Tapi kalau belum, artinya kamu harus memperbaiki diri lagi 😊
.
2. Sudah belajar menerapkan Syariat islam
biasanya seseorang yang terlihat sudah siap nikah dalam islam itu, ya seseorang tersebut tunduk dan patuh kepada aturan-Nya Allah, Waro terhadap apa yang di larang oleh Allah, dan pastinya iya akan semakin senang ketika apa yang iya kerjakan ya sesuai dengan yang Allah suka
.
3. Ada gambaran Visi Misi islam dalam rumah tangga.
Next, setelah itu seseorng yang sudah siap menikah dalam islam, biasanya ia mempunyain gambaran tentang visi misi Rumah tangganya nanti, contohnya Ingin membangun keluarga Da’wah agar rumah tangga tersebut, bisa mngantarkan kepada Surga-Nya Allah
.
4. Berniat Nikah semata-mata hanya untuk ibadah
.
Dear point ke4 ini adalah tanda yang paling utama saat seseorang siap menikah, karana sebagian orang menganggap bahwa menikah itu hanya mengubah hukum dari yang tdinya belum halal jadi halal saja, tapi jika kita pelajari lagi niat kita dan pahala-pahala yang ada pada pernikahan pasti kita akan menemukan kebahagiaan yaitu dan selalu berniat menikah itu ya semata-mata untuk ibadah, Alila pernah dengar ibadah paling terlama adalah menikah, jadi didalam islma tanda-tanda seseorang yang siap menikah ya semangat karna menikah adalah ibadah .
#PantaskanDirimu

Jodoh Cerminan Diri

Seperti apakah akhlak pasangan ku nanti?
.
Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya seperti apakah jodohku?
Ganteng nggak ya? Pengertian nggak ya? Orang jauh, atau orang dekat? Apakah agamanya bagus? Akhlaknya baik? Orangnya rajin, atau males?
.
Dear.. Jodoh adalah cerminan diri.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an :
“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.”[Qs. An Nur:26]
.
Jadi, jodoh itu cerminan dirimu, bukan cerminan wajahmu. Tak perlu sibuk memvermak wajah agar tampil cantik, atau merubah penampilan agar terlihat menarik demi mendapatkan jodoh yang sempurna. Jika kamu mau yang baik, maka perbaikilah dirimu, bukan hanya fisikmu.
.
Gak perlu muluk2 menstandarkan kriteria. Cukuplah dirimu menjadi- sebelum kamu mencari. Cari ilmu, jika kau ingin dia berilmu. Perbaiki habitsmu jika kau ingin kebiasaan pasanganmu nanti baik. Percantik akhlakmu, jika kau ingin si dia berakhlak mulia. Percaya deh, pasti Allah akan mendatangkan yang sepadan untukmu. 😊
.
#PantaskanDirimu

Selektif Dalam Memilih Pasangan

Selektif dalam memilih pasangan adalah bentuk dari menjaga kualitas keturunan.
.
Bukan sombong, bukan pula merasa tinggi untuk memilih. Tapi memang memilih pasangan adalah bentuk tanggungjawab yang bisa kita lakukan saat ini untuk menjaga kualitas hak keturunan kita.
.
Tentu jodoh adalah cerimnan diri, sebab itu #PantaskanDirimu sejak dini, agar kau pun siap membersamai dia yang memilihmu.
.
Anak mu berhak mendapatkan ayah yang berkualitas akhlak dan ibadahnya. Agar dapat membimbing kamu sekeluarga ke surga-Nya 😊
.

Nikah Sesuai Syariat

Pernikahan adalah ibadah terlama bagi seorang muslim. Oleh karenanya untuk mengawali sebuah ibadah, maka dahulukan dengan niat untuk menggapai ridhoNya.
.
Namun di zaman ini, sepertinya esensi pernikahan tak lagi sebagai sebuah bentuk ibadah. Pernikahan kini beralih sebagai ajang menunjukkan kesohoran. Siapa yang melakukan pesta tercantik dan mewah, maka akan menunjukkan strata sosialnya di Masyarakat, Na’udzubillah.
.
Maka yang terpenting dalam acara pernikahan adalah, awalilah dengan niat menggapai ridhoNya. InsyaAllah dengan niat seperti itu, perayaan yang di adakan pun akan selalu memiliki batasan sesuai yang Allah ridhoi. Tidak bebas, karena mengikuti trend dan hawa nafsu.
.
Maka pilihan untuk menikah sesuai syari’at, meski itu mendapat banyak cibiran, tidak mengikuti perkembangan zamn, dan banyak menuai pertentangan, insyaAllah itu adalah pilihan yang keren. Karena niat kita tak lagi untuk mencari perhatian manusia, melainkan perhatian Sang Pencipta.
#NikahSyari

Mendambakan Pendamping

Tak perlu risau kapan dan dengan siapa kita akan bersanding, teruslah bertaqwa, maka Allah kan beri sebaik-baiknya pendamping.
.
Dear.. Menikah itu bukan lagi mempermasalahkan siapa orangnya, tapi lihat kemana tujuannya.
Kita ini terlalu kepo tentang jodoh kita, sampai2 lupa membangun tujuan menikah.
Kita pun Khawatir mendapatkan yang buruk, sibuk mencari yang baik, sampai lupa bahwa yang terbaik akan Allah datangkan jk kita nya pun baik. Kita terlalu sibuk meladeni pertanyaan “kapan nikah”, sampai khilaf memburu jodoh dengan cara yang salah.
.
“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
.
Apa yang kau dapatkan, itu berkaitan erat dengan apa yang kau usahakan saat ini. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan buang-buang waktu, mari #PantaskanDirimu 😇

Rumah Tangga Kuat Jika Pedomannya Syariat

Dari pembelajaran yang Alila ambil dari Talkshow Nikah Syar’i kemarin. Setiap pasangan sangat sepakat, bahwa modal awal utuk memutus pernikahan adalah adanya kesamaan dalam menentukan visi misi berumah tangga.
.
Hal tersebut, diperlukan agar rumah tangga kedepannya mempunya tujuan yang pasti, akan dibawa kemana bahtera rumah tangga ini berlayar. Karena jika rumah tangga tidak punya tujuan, maka bisa dipastikan rumah tangga akan berjalan dengan hambar, monoton, dan membosankan. Berbeda halnya jika punya tujuan, maka rumah tangga akan berjalan dengan optimis, suami istri saling mendukung agar tercapainya tujuan, tak menyerah meski banyak hambatan dan masalah, dan pada akhirnya bersama merasakan bahagia atas hasil yang dicapai.
.
Nah, sebaik-baiknya visi misi berumah tangga itu, akan hadir dari individu-individu yang memiliki prinsip kuat dalam menerapkan Syari’at Allah. Karena hanya syari’at Allah satu-satunya yang bisa diandalkan sebagai pedoman hidup manusia. Allah sangat detail dalam mengatur setiap permasalahan manusia., termasuk didalamnya adalah perkara berumah tangga. Oleh karenanya, orang yang bertaqwa kepada Allah akan memiliki visi misi yang mulia bagi rumah tangganya. Dan hebatnya lagi, Allah sendiri lah yang menjamin kebahagiaan dan keselamatan rumah tangga tersebut.
.