Muslimah Cantik Indonesia Harus Punya Malu

Muslimah Cantik Indonesia Harus Punya Malu
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.” (Shahih: HR.Ibnu Mâjah)
.
Dear #Lovalila …
Tahukah kamu?
Sebenarnya rasa malu itu adalah akhlak agama Islam. Yang secara pasti juga harus dimiliki ummat-Nya.
Sebab rasa malu bisa menjaga diri kita dari perbuatan-perbuatan yang kelewat batas yabg juga dapat merusak citra Islam.
.
Tapi dear, mirisnya sekarang ini muslimah kita sedang mengalami krisis “rasa malu”. Bahkan standa “rasa malu” saja kita tak tahu. Yang kita jadikan patokan boleh dan tidak boleh nya suatu perbuatan yaitu hanya TREND.
.
Kalo lagi ngetrend joget2, ya ikutan. Lagi Ngetrend make up an ala-ala artis korea, ikutan. Hmm..
Disini jelas terbukti bahwa standar rasa malu kita bukanlah Islam. Tapi hanya sebatas “kewajaran” yang dilakukan manisia.
.
Jangan ya dear.. Jadikanlah Syariat Islam sebagai satu2nya hukum dalam berbuat sesuati. Karena hanya Islam yang menjaga kehormatan juga kemuliaan wanita.
.
Yuk tag sahabat taatmu.. 😊
.
#Islammemuliakanku

Hati-hati Dalam Memilih Idola

HATI – HATI!
Daftar following di sosial media, mencerminkan pada siapa referensi hidup dan akan membentuk orientasi akal pikiran kita.
.
Dear.. Cek yuk siapa saja yang kita follow..
Jangan biarkan timeline sosial mediamu terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak berfaedah, lucu2an tanpa arah, gosip hoax, opini2 yang nggak berlandaskan Islam, bahkan konten2 yg condong kearah negatif.
.
Kalo memang masih ada, saran Alila lebih baik di-unfol saja. Karena cara berpikir ini akan mengikuti apa yang biasa kita lihat dan biasa kita dengar. Kalo kita biasa melihat yang berpakaian sexy, pacaran, teriak2an, joget2, maka otomatis akal ini akan mewajarkan bila disekeliling kita berperilaku demikian. Meski tau, bahwa itu tidak boleh dalam Islam. Namun, diri ini jadi bungkam tak punya kesadaran, bahkan takut untuk mengingatkan.
.
Dan sebenernya, apa yang kamu follow, itulah cerminan dirimu. Karena dasar kita memfollow sesuatu biasanya karena “suka”. Dan meng-unfol sesuatu karena “tidak suka”.
Gantilah standar “suka dan tidak suka” mu dengan standar Islam. Sebab kita Suka karena konten nya bermanfaat dan mengingatkan kita kepada-Nya. Tidak suka, karena melenceng dan melanggar syariat-Nya
.
Filter-lah informasi yang masuk kedalam otak ini, jaga kesehatan akal dan hati dengan banyak referensi dari artikel2 akun yang bermanfaat.
.
#IslamMemuliakanku

Berhentilah Ikut Hijab Modeling

Bismillaah.. Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😊
.
Mungkin anak muda jaman sekarang ingiin sekali ikut ajang bergengsi, perlombaan hijab modelling. Kontes ini itu, agar dinobatkan sebagai miss-miss tertentu.
.
Dear, setau Alila, ajang hijab modelling itu jarang sekali yang syari. Bahkan Alila belum pernah memukan yg syari. Meskipun berhijab, tapi tetap ada persyaratan fisik, tak lepas dari punuk unta dan tabarruj, Jalan berlenggak lenggok di cat-walk dengan bangganya. Ditonton oleh siapa saja, Laki2 dan wanita dalam satu tempat tak berbatas. Padahal, kalau kita pahami, itu termasuk ikhtilat. 😔
.
kecantikan dan kecerdasan adalah bagian penting yang harus dimiliki Muslimah. Yaitu kecantikan akhlak dan hati, serta kecerdasan intelektual dan emosi. Yang semuanya itu berdasarkan syariat Islam.
.
Bagaimana dengan kecantikan fisik? apakah menjadi hal yang penting?
Sebagaimana Ilmu melahirkan perilaku, maka muslimah yang cerdas cenderung memperhatikan kesehatan rohani dan jasmaninya. Islam itu mencintai kebersihan, maka Pasti ia pun mempedulikan kebersihan dan kerapihan penampilannya.
Apakah yang hitam itu artinya jelek? Dan yang gendut tidak bisa dibilang cantik?
Apakah yang terkenal itu pasti sukses dan yang tak dikenal itu buruk?
Tentu bukan begitu, maka fisik dan prestasi duniawi tidak menjadi standar kita menilai seorang muslimah.
Penjelasan lebih lengkapnya silakan baca di buku @wanitaberkarirsurga 😊
.
Maka menurut Alila, itu semua tak perlu diperlombakan dan dipamerkan. Apalagi jika tujuan kita hanya sebuah gelar, atau ingin tenar. Terlebih, akhlak wanita muslimah adalah rasa malunya, maka kalaupun ingin mengukir prestasi haruslah dengan cara yg mulia, yang tak melanggar syariat-Nya.
.
Dear, standar kebahagiaan muslimah adalah ridho Allah. Bukan perhatian manusia atau segala kegemilangan dunia. Jadi, ubah orientasi hidupmu ya! Dari yang bukan karena Allah (ex : perhatian, uang,eksistensi), menjadi karena Allah semata 😇
#IslamMemuliakanku

Benarkah Hijab Syar’i Susah Cari Kerja Di Indonesia?

Berkali-kali mencoba, ternyata susah sekali mendapatkan pekerjaan dengan hijab syari. Akhirnya sekarang aku diterima di perusahaan yang membolehkan berhijab tapi tidak syari. Apa aku salah? Dan, jika islam memuliakan kita mengapa negara yang mayoritas islam ini justru mempersulit untuk menjalankan syariat?
.
Assalamu’alaikum #lovalila, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear. Bismillahirrahmanirrahiim…
.
Sebagai seorang wanita kita juga ingin ya dear memiliki penghasilan, dan itu diperbolehkan kok dalam Islam. Asalkan kita tetap menjaga kewajiban-kewajiban kita salah satunya berhijab Syar’i, yang menjadi keresahan penanya kita kali ini.
.
Nah masalahnya jika kita sudah ikhtiar kesana kemari mencari  kerja yang membolehkan berhijab syar’i tapi tidak kunjung dapat, gimana? maka jawabannya adalah ikhtiar dengan cara lain. Kan mrncari uang tidak harus bekerja di perusahaan. Mungkin Allah menginginkan kita untuk berwirausaha misalnya, atau di jalan yang lain.
.
Yang pasti kewajiban berhijab syar’i tidak bisa gugur hanya karena kita tidak kunjung mendapat pekerjaan ya dear. Allah itu sedang menguji keistiqomahan kita untuk taat terhadap syari’atNya. InsyaAllah kemudahan hidup senantiasa Allah berikan bagi yang bertaqwa, karena itulah JanjiNya.
.
Untuk permasalahan Negeri yang mayoritas muslim, tapi seakan sulit untuk taat terhadap Islam. Ya itulah risiko yang yang harus kita terima jika pemimpim dan pemerintahannya tidak sesuai sistem Islam. Dan risiko ini akan terus kita rasakan, bahkan semakin parah, jika kita tidak sama-sama berjuang/berdakwah agar negeri kita menganut sistem Islam. Dan menerapkan Islam secara kaffah.
.
#IslamMemuliakanku

Bagaimana Hukum Berjilbab Asal Asalan Dan Bikin Vlog Untuk Publik?

Bagaimana dengan mereka yang selfie, membuat vlog dengan hijab yang belum syar’i dan dengan alasan untuk mencari uang?
.
Bismillah Alila coba jawab ya
.
Dear, Hijab itu tidak menentukan kita shalihah atau engga. Tapi yang jelas, jika kita tidak memaknai hijab, artinya kita telah berdosa. Sebab tidak mengikuti syariat.
.
Hijab adalah perintah Allah kepada muslimah untuk menutup auratnya, perintah ini termaktub pada QS. Ahzab ayat 59 (diliiat catatan kakinya ya bahwasannya hijab adalah baju kurung atau baju terusan)
.
Dan Lihat juga QS. An-Nur ayat 33 Allah memerintahkan wanita untuk menggunakan khimar sampe ke dada, dari sini bisa kita simpulkan bahwa jika muslimah yang sejati adalah yang benar-benar taat kepada Allah, melaksanakan perintahnya dan menjauhi laranganNya
.
– berhijab syar’i dan ia menjaga dirinya dengan rasa malunya.
– berhijab syar’i dan tetap cantik tanpa make up.
– berhijab syar’i dan ga suka mengupload foto selfie.
– Melakukan apapum tujuannya. Ridha Allah bukan hanya materi.
.
Maka, muslimah seperti inilah yang bisa di katakn shalihah. Karena dia berhijab dan dia melaksanakan semuanya karena Allah, tidak dengan tujuan lain. Jadi kita sama-sama belajar dari muslimah sejati sperti yang dicontohkan di atas ya dear..
Kenalilah perilaku dan akhlak muslimah yang Allah suka, bukan dari wanita yang berhijab tapi tidak memaknai hijabnya, dan berambisi mencari harta dengan melupakan Rasa malu yang ada pada dirinya.
Ketahuilah, yang demikian sebenarnya telah melanggar syariat dan sedang mempermalukan dirinya sendiri.
.
#IslamMemuliakanku

Tinggalkan Sahabat Jahat Kalian

Sulit untuk Taat? karena mungkin kita masih bersahabat dengan Sahabat Jahat.
.
Dear, sahabat itu cerminan diri kita. Jika teman-teman kita taat, maka diri kita pun terdorong berusaha untuk taat
ﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻣَﺮْﺁﺓُ ﺃَﺧِﻴْﻪِ
.
“Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin.” (HR. Abu Daud)
.
Maka jika kita sudah mulai menyadari kebenaran dan ingin taat tapi masih merasa sulit untuk mengerjakan perintah Allah, artinya kita masih bersama sahabat yang keliatannya baik tapi sebenarnya ia mengajak kita kepada kemaksiatan.
.
Jadi yuk cek siapa sahabat disekeliling kita, jika masuk kategori jahat, maka tinggalkanlah. Jika mengajak kepada kebaikan dan beribadah kepada Allah, maka jangan pernah kamu lepaskan.
.
#SahabatJahat

Jika Sahabat Suka K-Pop Secara Berlebihan

Sahabat jahat memandang konser musik lebih menyenangkan dibanding pengajian.
.
Siapa yang demikian?
Satu jari menunjuk ke orang, empat jari menunjuk ke diri sendiri.
.
Faktanya ternyata diri ini juga lebih seneng denger lagu2 dibanding murottal. Lebih anteng mantengin drakor daripada video kajian. Gak heran kalo gampang banget kebujuk dan akhirnya ikut-ikutan nonton konser beginian. Apalagi kalo tiketnya geratisan. Hmm.. Jarang nolak deh. Lumayan kan nonton Park Cendol sama Bi Hun secara langsung.
.
Dear.. Kita memang tidak bisa memaksa sahabat untuk menerima apa yang kita pahami. Tapi jika kamu tau apa yang diajaknya membawa kemudharatan, sampaikanlah kepadanya. Jangan segan mengatakan bahwa ikhtilat itu gak boleh, menonton konser boyband adalah hal yang sia-sia. Jangan biarkan ia mewarnai dirimu dengan kesalahpahamannya itu. Apalagi sampai kamu yang dengan lapang meng”iya”kan ajakannya. Itu artinya kamu telah membiarkannya menjadi #SahabatJahat .
Sahabat yang mengajak kepada hal yang tidak bermanfaat.

Mengenali Sahabat Taat Dan Sahabat Sesat

Imam Hasan al-Bashri menasehatkan,
استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة
“Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” Imam Ibnul Jauzi menasehatkan kepada teman-temannya,
إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك
”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau”
.
Bagaimana, menurut temen-temen #Lovalila, tentang perkataan Imam Hasan al-Bashri dan Imam Ibnul jauzi?
.
penyataan diatas benar adanya bahwasannya sahabat yang selalu mengajak kita untuk mendekat kepada Allah, akan menjdi syafaat untuk kita nantinya saat kiamat.
.
terus kayak gimana sih sahabat jahat itu? Mereka adalah yang jelas2 sering membersamai kita dalam kelalaian dan bikin kita melupakan Allah. Yang jahat itu bukan orangnya, tapi saran dan ajakannya itu loh!
Kita melakukan hal yang sia-sia, itu ada hisabnya.  kita maksiatpun ada hisabnya, yaitu siksa neraka. Jadi fix ya, yang hanya ngajak kita asik2 di dunia, atau membiarkan kita melakukan hal yang melanggar syariat itu bisa dibilang “JAHAT”. Karena berarti dia tega ngebiarin sahabatnya disiksa di akhirat.
.
Kalo lalai gini, dimana ya tempat kita nanti? 😢
Di neraka gak mau, di surga juga rasanya gak pantes, amal pas-pasan, gaada yg manggil pula, Yaa Rabb 😭
.
ayo mulai saat ini, perbanyklah sahabat-sahabat taat. ingat mereka akan memebrikan syafaat saat kiamat nanti dan meneyelamatkan kita di akhirat.

Kisah Teladan Ibunda Nabi Isa, Maryam

Kisah Teladan Ibunda Nabi Isa, Maryam
Dear #Lovalila …
Dalam al-Qur’an, dikisahkan pada surat Al-Imron ayat 33-38 tentang ibunda Siti Maryam yang shalihah dan menginspirasi loh. Namanya Hannah Binti Faqudz, Beliau adalah wanita shalihah keturunan Ibrahim.
.
.
💜Kemuliaan Mendidik Anak dalam Surat Ali Imran Ayat 33-37💜
Kilasan betapa mulianya mendidik anak terdapat dalam kisah ini, betapa mendidik anak memiliki nilai yang tinggi dan luar biasa.
.
Para Ibu Wajib Khusyu’di rumahnya.
kelelahan dalam mengurus rumah tangga, pahalanya dapat menyamai besarnya pahala suami. Rumus mendidik anak jika ingin berhasil, ada di dalam surat Ali Imran ayat 35-38.
.
Ayat 35
“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepadaMu, apa(janin) yang ada dalam kandunganku (kelak)  menjadi hamba yang mengabdi (kepadaMu), maka terimalah (Nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
.
Ketika Hannah istri Imran hamil, ia bernazar bahwa Anaknya kelak akan menjadi pengabdi Allah.
Disebutkan bahwa pada masa itu ada orang-orang (laki-laki) yang fokus melayani di Baitul Maqdis. Para orang tua mempersembahkan anaknya untuk mengabdi di rumah Allah, ini dimulai ketika usia anaknya sudah bisa melakukan kebaikan sampai usianya baligh).
.
Ayat 36
“Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. “Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindunganMu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”
Hannah bernazar jika anaknya lelaki maka ia akan menjadi mukharror (orang yang suci) tetapi ternyata yang lahir perempuan sehingga ia tidak dapat melaksanakan nazarnya. 
Karena Nazarnya tidak dapat dilaksanakan ia mengadu dan memohon pengampunan pada Allah.
Begitu lahir perempuan, Hannah melapor pada Allah (meskipun ia tahu bahwa Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan), tapi ini adalah Adab pada Allah sehingga ia tetap melaporkan hal tersebut.
.
Kalimat “laki-laki tidak sama dengan perempuan”, ini kalimat pengaduan bukan kekecewaan. Karena yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk kita. Apa yang Allah berikan lebih baik daro apa yang kita minta.
.
Kemudian Hannah meminta perlindungan Allah dari yang membahayakan, yaitu gangguan setan. Salah satu kunci penting keberhasilan mendidik anak adalah menjauhkan anak dari gangguan setan (maka pelajari ilmunya!😊).
.
Ayat 37
“Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkankan dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (maryam) menjawab, “itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”
Pelajaran dari ayat ini akan menjadi rumus mendidik anak agar kita berhasil,  dengan tahapan sebagai berikut:
1. Jalankan tugas sebagai orangtua dengan sebaik-baiknya(Hamil dengan benar, melahirkan dengan benar, dan mendidik dengan benar).
2. “Allah menerima dengan PENERIMAAN yang baik, dan MENUMBUHKAN dengan penumbuhan yang baik.”
Dari potongan ayat di atas kita dapati bahwa ketika Allah menerima Amal kita dalam mendidik anak, Allah Ridho dengan amal kita mendidik ini. Maka ALLAH YANG AKAN BEKERJA, allah yang akan menumbuhkan (mendidik) anak kita.
Syarat diterimanya suatu amal ada 2,yaitu :
1. Ikhlas (pelajari tentang ikhlas dan amalkan) 
2. Ilmu (mengilmui tentang pendidikan anak)
3. Allah yang akan Bekerja (Menumbuhkan) anak kita ketika Allah terima amal kita, maka Allah yang akan mendidik Anak kita, karena kalau kita yang mendidik pasti akan capek dan kemampuan kita sebagai manusia sangat terbatas
4. Allah menutupi kekurangan kita dan memberikan ganti yang lebih baik. 
Allah akan menyempurnakan semua prosesnya, dan kita orangtua tinggal menunggu panen hasilnya.
5. Allah memberikan keajaiban pada anak kita dan bagi pendidiknya. (Baca kisah Maryam dan Zakaria).
.
MaaSyaa Allah.. Luar biasa ya dear Ibunya Siti Maryam.. Mudah2an kita dapat meneladani beliau menjadi wanita shalihah yang mendamba anaknya menjadi ahli ibadah kepada Allah 😇

Kisah Teladan Ibunda Anas Bin Malik

Dear #Lovalia yuk kita kenali ibunya Anas bin Malik, .
Anas Bin Malik adalah sahabat terakhirnya Rasulullah yang telah banyak me”luluskan” para ulama-ulama hebat dalam sejarah
.
Dibalik kecerdasannya Anas Bin Malik ada
peran besar dari Ummu Sulaim, ibunda Anas bin Malik, yang mewarnai kehidupan sang tokoh. Dalam Siyar-nya, Adz-Dzahabi meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas.
.
Katanya, “Suatu ketika Nabi berkunjung ke rumah Ummu Sulaim. Begitu ibuku tahu akan kunjungan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia segera menyuguhkan kepadanya kurma dan minyak samin. ‘Kembalikan saja kurma dan minyak saminmu ke tempatnya semula, karena aku sedang berpuasa,’ kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ibuku. Setelah itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit menuju salah satu sisi rumahku, kemudian shalat sunnah dua rakaat dan mendoakan kebaikan bagi Ummu Sulaim dan keluarganya.
.
Maka, ibu berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, aku memiliki hadiah khusus bagimu.’ ‘Apa itu?’ tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Orang yang siap membantumu, Anas,’ jawab ibu.
.
Seketika itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjatkan doa-doa untukku, hingga tak tersisa satu pun dari kebikan dunia dan akhirat melainkan beliau doakan bagiku. ‘Ya Allah, karuniailah ia harta dan anak keturunan, serta berkahilah keduanya baginya,’ kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam doanya. Berkat doa inilah, aku menjadi orang Anshar yang paling banyak hartanya,” kata Anas mengakhiri kisahnya
.
Ummu Sulaim cerdas
Setelah suami pertamanya mangkat, Ummu Sulaim menikah dengan Abu Thalhah. Ketika meminangnya, Abu Thalhah masih dalam keadaan musyrik. Sehingga Ummu Sulaim menolak pinangannya tersebut sampai Abu Thalhah mau masuk Islam. Anas mengisahkan cerita ini dari ibunya.
.
“Sungguh tidak pantas seorang musyrik menikahiku. Tidakkah engkau tahu, wahai Abu Thalhah, bahwa berhala-berhala sesembahanmu itu dipahat oleh budak dari suku anu,” sindir Ummu Sulaim. “Jika kau sulut dengan api pun, ia akan terbakar,” lanjutnya lagi.
.
Maka Abu Thalhah berpaling ke rumahnya. Akan tetapi, kata-kata Ummu Sulaim tadi amat membekas di hatinya. “Benar juga,” gumamnya. Tak lama kemudian, Abu Thalhah menyatakan keislamannya. “Aku telah menerima agama yang kau tawarkan,” kata Abu Thalhah kepada Ummu Sulaim. Maka berlangsunglah pernikahan mereka berdua. “Dan Ummu Sulaim tak meminta mahar apa pun selain keislaman Abu Thalhah,” kata Anas.
.
Ketabahan Ummu Sulaim
.
Dari pernikahannya dengan Ummu Sulaim, Abu Thalhah dikaruniai dua orang anak. Satu di antaranya amat ia kagumi, namanya Abu ‘Umair. Namun sayang, Abu ‘Umair tak berumur panjang. Ia dipanggil oleh Allah ketika masih kanak-kanak.
.
Anas bercerita, “Suatu ketika, Abu ‘Umair sakit parah. Tatkala azan isya berkumandang, seperti biasanya Abu Thalhah berangkat ke mesjid. Dalam perjalanan ke mesjid, anaknya (Abu ‘Umair) dipanggil oleh Allah.
.
Dengan cepat Ummu Sulaim mendandani jenazah anaknya, kemudian membaringkannya di tempat tidur. Ia berpesan kepada Anas agar tidak memberi tahu Abu Thalhah tentang kematian anak kesayangannya itu. Kemudian, ia pun menyiapkan hidangan makan malam untuk suaminya.
.
Sepulangnya dari mesjid, seperti biasa Abu Thalhah menyantap makan malamnya kemudian menggauli istrinya. Di akhir malam, Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, “Bagaimana menurutmu tentang keluarga si fulan, mereka meminjam sesuatu dari orang lain, tetapi ketika diminta, mereka tidak mau mengembalikannya, merasa keberatan atas penarikan pinjaman itu.”
“Mereka telah berlaku tidak adil,” kata Abu Thalhah.
.
“Ketahuilah, sesungguhnya putramu adalah pinjaman dari Allah, dan kini Allah telah mengambilnya kembali,” kata Ummu Sulaim lirih.
.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…. Segala puji bagi-Mu, ya Allah,” ucap Abu Thalhah dengan pasrah.
.
Keturunan yang diberkati
.
Selepas mengantarkan kepergian buah hatinya, keesokan harinya Abu Thalhah menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala bertatap muka dengannya, beliau mengatakan, “Semoga Allah memberkati kalian berdua nanti malam.” Maka, malam itu juga Ummu Sulaim hamil lagi, mengandung Abdullah bin Abu Thalhah.
.
Setelah melahirkan bayinya, Ummu Sulaim menyuruh Anas menghadap Rasulullah dengan menggendong bayi mungil itu sambil membawa beberapa butir kurma ‘ajwah. Kata Anas, “Sesampaiku di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kudapati beliau sedang memberi cap pada untanya.”
.
“Wahai Rasulullah, semalam Ummu Sulaim melahirkan anaknya,” kataku. Maka beliau memungut kurma yang kubawa lalu mengunyahnya dengan air liur beliau, kemudian menyuapkan kepada si bayi. Bayi mungil itu mengulum kurma tadi dengan ujung lidahnya. Maka Rasulullah tersenyum sembari berkata, “Memang, makanan kesukaan orang Anshar adalah kurma.”
.
“Namailah dia, wahai Rasulullah,” pintaku kepadanya.
“Namanya Abdullah,” jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Doa Rasulullah kepada Abu Thalhah ternyata tak sekadar menjadikannya punya anak. Akan tetapi, anak itu (Abdullah) kemudian tumbuh menjadi anak shalih yang dikaruniai tujuh orang keturunan yang shalih-shalih pula. Menurut penuturan salah seorang perawi yang bernama ‘Abayah, ketujuh anak Abdullah bin Abi Thalhah tadi telah khatam Al-Quran sewaktu masih kecil.
.
Keberanian Ummu Sulaim
.
Sosok wanita seperti Ummu Sulaim sulit dicari tandingannya. Selain cerdas dan penyabar, ia juga seorang pemberani. Anas menceritakan, bahwa suatu ketika Abu Thalhah berpapasan dengan Ummu Sulaim ketika perang Hunain. Ia melihat bahwa di tangannya ada sebilah pisau, maka Abu Thalhah segera melaporkan kepada Rasulullah perihal Ummu Sulaim, “Wahai Rasulullah, lihatlah Ummu Sulaim keluar rumah sambil membawa pisau,” kata Abu Thalhah.
.
“Wahai Rasulullah, pisau ini sengaja kusiapkan untuk merobek perut orang musyrik yang berani mendekatiku,” jawab Ummu Sulaim.
.
Menurut Adz-Dzahabi, Ummu Sulaim juga ikut terjun dalam perang Uhud bersama Rasulullah. Ketika itu ia juga kedapatan membawa sebilah pisau.
.
Belajarlah menjadi wanita muslimah seperti Ummu sulaim yang menginspirasi 😇
.