Bismillah…
Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka yang mencontohnya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya. (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah ra)
.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhanallahu wa ta’ala memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili)
.
Berapakah jumlah malaikat, semut dan ikan yang ada di dunia ini? Bayangkan betapa besar kebaikan yang diperoleh oleh seorang da’i dengan doa mereka semua!
.
Seorang yang berilmu, beramal dan mengajarkan (ilmunya) akan dipanggil sebagai orang besar (mulia) di kerajaan langit.” Keagungan balasan bagi orang yang berdakwah tidak hanya pada besarnya balasan untuknya tetapi juga karena terus menerus nya ganjaran itu mengalir kepadanya meskipun ia telah wafat.
.
Yuk Dakwah, Saling Berbagi Ilmu dan Kebaikan !
Category: manusia
Manusia Dalam Kerugian
Allah ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr). Surat Al ‘Ashr merupakan sebuah surat dalam Al Qur’an yang banyak dihafal oleh kaum muslimin karena pendek dan mudah dihafal. Namun sayangnya, sangat sedikit di antara kaum muslimin yang dapat memahaminya. Padahal, meskipun surat ini pendek, akan tetapi memiliki kandungan makna yang sangat dalam. Sampai-sampai Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,
لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ ”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar” [Syarh Tsalatsatul Ushul].
Manusia Yang Bermanfaat • Fatwa NU
Manusia Yang Bermanfaat • Fatwa NU
Jika seseorang bertanya kepada kita tentang siapa orang-orang terbaik, tentu kita harus menjawab pertanyan itu berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW. Beliau telah menyebutkan kelompok orang-orang terbaik sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits beliau sebagai berikut:
Pertama, orang terbaik adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Kedua, orang terbaik adalalah orang yang paling baik sikapnya terhadap keluarganya.
Ketiga, orang terbaik adalah orang yang paling bisa diharapkan kebaikannya dan paling sedikit keburukannya.
Keempat, orang terbaik adalah orang yang memberikan makanan kepada orang lain.
Kelima, orang terbaik adalah orang yang paling baik dalam membayar hutang.
Keenam, orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.
Jadi, orang-orang terbaik sesungguhnya tidak dimonopoli oleh kelompok orang tertentu, tetapi terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang ataupun bidang-bidang tertentu sebab substansi dari hal ini adalah tentang seberapa besar kebermanfaatan seseorang kepada orang lainnya secara nyata sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Jabir berikut:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).”
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #orangterbaik #manusia #manusiabermanfaat
Allah Mengawasi Manusia • Umat Muhammadiyah
Allah Mengawasi Manusia • Umat Muhammadiyah
Layaknya CCTV, Allah selalu mengawasi kita. Sesungguhnya tidak ada yang Dia tak ketahui tentang hamba-Nya. Maka, marilah kita senantiasa berbuat kebajikan dalam hidup kita.
.
.
#muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah
Harta Akan Menjadi Saksi Keserakahan Manusia Di Akhirat Kelak
Telah menceritakan kepadaku Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami Isma’il bin Ibrahim dari Hisyam, saudaranya Dastawa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari Hilal bin Abu Maimunah dari Atha` bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di atas mimbar, sedangkan kami duduk di sekeliling beliau. Kemudian beliau bersabda: “Yang aku khawatirkan terhadap kamu semua sepeninggalku kelak, ialah karunia Allah terhadap kalian berupa harta benda perhiasan dunia.”
Lalu seorang laki-laki bertanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik mendatangkan keburukan, wahai Rasulullah?” Mendengar pertanyaan itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdiam.
Kemudian dikatakanlah kepada sahabat yang bertanya tadi, “Bagaimana pendapatmu, kamu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun beliau tidak menjawab pertanyaanmu?” Laki-laki itu menjawab, “Aku mengira, mungkin wahyu sedang diturunkan kepada beliau.”
Setelah sadar kembali, beliau menghapus keringat beliau, lalu bersabda: “Sesungguhnya penanya ini (adalah penanya yang cerdas) ” -beliau mengucapkannya dengan sikap seperti memuji-. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya kebaikan itu tidak akan mendatangkan keburukan.
Tetapi apa yang ditumbuhkan di musim hujan, kadang-kadang dapat membunuh atau menyakitkan. Kecuali bagi pemakan sayur-sayuran yang memakan hanya sampai kenyang, kemudian dia menghadap ke matahari, lalu buang air besar atau kecil, sesudah itu barulah ia makan kembali. Sesungguhnya harta benda dunia itu kelihatannya hijau dan manis.
Tetapi sebaik-baik harta seorang muslim, ialah yang disedekahkannya kepada orang miskin atau kepada anak yatim atau ibnu sabil (seorang yang sedang melakukan perjalanan).” Atau seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Siapa yang memperoleh harta dengan tidak halal, maka ia seperti seorang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang (puas). Sedangkan harta itu akan menjadi saksi bagi keserakahannya kelak di hari kiamat.”
HR. Muslim
Manusia Diciptakan Dengan Keliaran
AtributAttributes Awliya
Sheikh Mehmet Adil al-Haqqani sohbat, 4 Agustus 2014.
As-salamu aleykum wa rahmatullahi wa barakatuhu. A’udhu billahi min ash-shaytani r-rajim. Bismillahi r-Rahmani r-Rahim. Madad ya Rasulullah, madad, ya Sadatı Ashabi Rasulillah, madad, ya Mashayikhına fi t-tariqati n-Naqshibandiya, madad ya Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghistani, madad ya syaikh Muhammad Nazim al-Haqqani dastur. Tariqatuna as-sohba, wa l-khayru fi jam’iyya.
Manusia diciptakan dengan ciri keliaran. Allah, Azza wa Jalla, mengutus para nabi untuk mengajar manusia bagaimana mengubah karakteristik itu menjadi hal yang baik dan berguna. Setelah zaman nabi-nabi datang, mereka mengikuti jalan mereka, setelah mereka datang menjadi orang-orang kudus dan para ilmuwan. Mereka datang satu demi satu, untuk mengajarkan apa yang telah diajarkan para nabi. Manusia seharusnya tidak pernah menganggur. Saat dia menganggur, dia mulai melakukan hal buruk. Untuk memulai, dia akan menolak Allah atau, mencoba sesuai dengan perintah Allah atas kehendak dan gagasannya sendiri, dengan mengatakan, “ini adalah kehendak Allah”.
Ini menjadi fitna setan, apa nafs dan keinginannya bertanya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki seorang mursyid. Seorang mursyid adalah orang yang ingin melakukan perintah Allah. Inilah orang-orang yang ditunjuk Allah untuk menunjukkan kepada orang lain jalannya, untuk memberi mereka petunjuk. Setan tidak mencintai orang-orang ini. Setan tidak menyukai mereka, dan mereka juga tidak menyukai orang-orang yang shaytan sukai. Mereka menyebutnya mushrik, atau apalah. Ada yang bilang mushrik, ada yang bilang yang lain. Setan dan teman-temannya tidak menyukai orang-orang ini. Tapi mereka adalah orang-orang yang dikasihi Allah dan Nabi-Nya.
Ada tertulis tentang mereka: “A la inna awliya-Allahi la khawfun ‘alayhim wa la hum yahzanun” (10:36). Tidak ada ketakutan bagi mereka yang adalah Sahabat Allah, juga tidak ada kesedihan. Allah tidak menyebabkan mereka menjadi tertekan, dan Dia juga tidak membuat mereka takut. Tidak ada hal lain yang penting bagi mereka kecuali untuk berada bersama Allah SWT. Mereka hanya takut akan Allah dan Nabi Suci. Selain itu mereka tidak takut sama sekali. Apa yang menyebabkan mereka berduka adalah ketika orang terbawa oleh setan, saat mereka ditangkap oleh iblis.
Tidak ada lagi yang menyebabkan mereka sedih, tidak ada kekhawatiran pribadi yang menyusahkan orang-orang ini. Tidak sakit, tidak lapar atau haus. Mereka tidak berduka atas diri mereka sendiri. Namun, belakangan ini banyak yang menyebarkan ajaran palsu. Hal ini terjadi di setiap zaman, tentu saja karena syahwat terus mengubah penampilannya. Jika selalu tetap sama, semua orang pasti mengetahuinya. Tapi saat ini filsafat adalah mendapatkan kekuatan dan pertengkaran, dan apa yang disebut teologi; Setan terlibat dalam hal-hal tersebut dan berhasil menghancurkan kepercayaan orang.AtributAttributes Awliya
Sheikh Mehmet Adil al-Haqqani sohbat, 4 Agustus 2014.
As-salamu aleykum wa rahmatullahi wa barakatuhu. A’udhu billahi min ash-shaytani r-rajim. Bismillahi r-Rahmani r-Rahim. Madad ya Rasulullah, madad, ya Sadatı Ashabi Rasulillah, madad, ya Mashayikhına fi t-tariqati n-Naqshibandiya, madad ya Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghistani, madad ya syaikh Muhammad Nazim al-Haqqani dastur. Tariqatuna as-sohba, wa l-khayru fi jam’iyya.
Manusia diciptakan dengan ciri keliaran. Allah, Azza wa Jalla, mengutus para nabi untuk mengajar manusia bagaimana mengubah karakteristik itu menjadi hal yang baik dan berguna. Setelah zaman nabi-nabi datang, mereka mengikuti jalan mereka, setelah mereka datang menjadi orang-orang kudus dan para ilmuwan. Mereka datang satu demi satu, untuk mengajarkan apa yang telah diajarkan para nabi. Manusia seharusnya tidak pernah menganggur. Saat dia menganggur, dia mulai melakukan hal buruk. Untuk memulai, dia akan menolak Allah atau, mencoba sesuai dengan perintah Allah atas kehendak dan gagasannya sendiri, dengan mengatakan, “ini adalah kehendak Allah”.
Ini menjadi fitna setan, apa nafs dan keinginannya bertanya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki seorang mursyid. Seorang mursyid adalah orang yang ingin melakukan perintah Allah. Inilah orang-orang yang ditunjuk Allah untuk menunjukkan kepada orang lain jalannya, untuk memberi mereka petunjuk. Setan tidak mencintai orang-orang ini. Setan tidak menyukai mereka, dan mereka juga tidak menyukai orang-orang yang shaytan sukai. Mereka menyebutnya mushrik, atau apalah. Ada yang bilang mushrik, ada yang bilang yang lain. Setan dan teman-temannya tidak menyukai orang-orang ini. Tapi mereka adalah orang-orang yang dikasihi Allah dan Nabi-Nya.
Ada tertulis tentang mereka: “A la inna awliya-Allahi la khawfun ‘alayhim wa la hum yahzanun” (10:36). Tidak ada ketakutan bagi mereka yang adalah Sahabat Allah, juga tidak ada kesedihan. Allah tidak menyebabkan mereka menjadi tertekan, dan Dia juga tidak membuat mereka takut. Tidak ada hal lain yang penting bagi mereka kecuali untuk berada bersama Allah SWT. Mereka hanya takut akan Allah dan Nabi Suci. Selain itu mereka tidak takut sama sekali. Apa yang menyebabkan mereka berduka adalah ketika orang terbawa oleh setan, saat mereka ditangkap oleh iblis.
Tidak ada lagi yang menyebabkan mereka sedih, tidak ada kekhawatiran pribadi yang menyusahkan orang-orang ini. Tidak sakit, tidak lapar atau haus. Mereka tidak berduka atas diri mereka sendiri. Namun, belakangan ini banyak yang menyebarkan ajaran palsu. Hal ini terjadi di setiap zaman, tentu saja karena syahwat terus mengubah penampilannya. Jika selalu tetap sama, semua orang pasti mengetahuinya. Tapi saat ini filsafat adalah mendapatkan kekuatan dan pertengkaran, dan apa yang disebut teologi; Setan terlibat dalam hal-hal tersebut dan berhasil menghancurkan kepercayaan orang.
Jangan ditipu oleh orang-orang yang saat ini tidak memiliki mursyid. Bagaimanapun, jelas siapa mursyid sejati, siapa yang salah, siapa teman shaytan dan siapa teman Allah? Semoga Allah tidak memisahkan kita dari jalan ini. Semoga Allah membimbing mereka yang meninggalkan jalan ini. Biarkan mereka datang ke jalan ini, insya’Allah Dia memilah-milah pikiran mereka.
Kami berbicara tentang Awliya’Allah. Salah satu sifat mereka, atribut, dikatakan, ‘mursyid’, yang memberi irsyad. Berarti siapa yang menunjukkan jalan yang benar. Siapa yang menunjukkan jalan yang benar, orang-orang ini adalah hamba Allah, maka Allah menyukai mereka. Mereka datang terus menerus dari Nabi (saw) karena Allah mengirim nabi dan sahabat dan Awliya’Allah dan mashsha’ikh sejati dari Allah sejak awal, dari Adam (as). Dan orang-orang ini, yang mereka inginkan hanya untuk membawa orang ke jalan yang benar, untuk tidak membiarkan mereka pergi dengan setan, dengan setan.
Orang-orang ini, mereka adalah sejak Nabi (saw) jutaan, karena setiap saat kita memiliki 124.000 Awliya’Allah. Setiap saat ketika seseorang lewat, satu lagi orang lain yang datang di belakangnya. Jadi, sejak Nabi (saw) ada jutaan, mereka datang dan meninggal dunia. Orang-orang ini, siapa mereka? Bagaimana Anda bisa menggambarkan orang-orang ini? Setan mencintai mereka? Tidak, setan membenci mereka dan membenci orang-orang ini dan berbicara melawan mereka adalah teman setan, bukan orang lain.
Miliaran mu’min dan Muslim datang melalui Nabi (saw) sampai sekarang, mungkin lebih dari miliaran, mereka datang dan meninggal dunia. Yang lama mencintai mereka dan mereka menunjukkan orang dengan cara yang benar. Untuk ini, setan membenci mereka dan para pengikutnya juga membenci. Allah menyukai mereka, Nabi (saw) juga mencintai mereka. Mereka dicintai oleh Allah dan oleh Nabi (saw). Dan mereka tidak mengatakan apapun untuk diri mereka sendiri (tidak penting bagi mereka) dan mereka tidak takut pada apapun dan mereka tidak mempercayai apapun, untuk diri mereka sendiri.
Mereka hanya takut kepada Allah, dan jika Allah menyertai mereka, mereka bahagia dan tidak menyesal atau ingin lapar atau sakit atau apapun untuk diri mereka sendiri, tidak. Mereka tidak peduli dengan diri mereka sendiri. Hanya mereka yang peduli kepada ummah, bangsa Nabi saw, agar tidak membiarkan mereka salah jalan, di belakang setan dan pengikutnya. Hal ini membuat mereka sedih. Hal-hal lain, tidak, tidak untuk dirinya sendiri.
Jadi mereka tidak seperti apa yang mereka, kata musyrik ini, tidak! Karena mereka bahkan tidak menginginkan apapun untuk diri mereka sendiri. Hanya untuk dua, mereka membuat doa untuk Muslimeen, bangsa Nabi (saw). Dan bagaimana orang-orang ini membuat nasihat dan kecurangan buruk orang-orang ini. “Siapa yang menipu kita, mereka bukan dari kita,” kata Nabi (saw). Jadi orang-orang ini, mereka menipu orang dan Anda tidak bisa menerima saran dari buku atau dari orang-orang yang tidak berakar. Hanya mereka datang seperti jamur dan mereka akan pergi lagi.
Jadi hati-hati, akhir-akhir ini racun ini ada di seluruh dunia. Setan dan pengikutnya mencoba untuk menghancurkan jalan Islam yang benar. Alhamdulillah, Allah beserta kita. Kami tidak takut karena Dia Malik al-Mulk! Dia adalah pemilik seluruh alam semesta ini. Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa Dia. Alhamdulillah, kita bahagia kita bersama Dia, bukan melawan Dia, tidak dengan setan. Dan kami menasehati orang-orang kami yang jauh dari jalan ini untuk menemukan pemandu mursyid sejati, untuk menjauhkan diri dari setan dan pengikutnya dan menyelamatkan diri mereka untuk Akhira, untuk hidup yang kekal.
Hidup ini juga, apapun yang terjadi itu hanya akan singkat dan setelahnya, kehidupan nyata, selamanya. Kita akan insya Allah, bahagia. Insya’Allah dengan Nabi (saw), dengan Awliya’Allah, dengan orang-orang tercinta untuk Allah di Jannah dan dengan insya’lah lainnya.
Hukuman Pada Manusia • Aulia Izzatunisa
“Kelak ketika kita mendapatkan hukuman itu semua karena dosa-dosa yang kita lakukan selama di dunia.”
Maknanya adalah: Setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia akan dipertanggung jawabkan di akhirat.
Proses Setan Menggoda Manusia Dari Adzan Sampai Sholat
Proses Setan Menggoda Manusia Dari Adzan Sampai Sholat
• Nasehat Islam • @islam_nasehat •
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila telah diserukan panggilan (adzan) untuk shalat, maka setan mundur seraya mengeluarkan kentutnya hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan itu telah selesai, ia datang lagi.
Ketika dibacakan iqamah shalat, ia membelakang lagi, sampai ketika pembacaan iqamah selesai, baru ia datang lagi, sehingga melintas (mengganggu) hati orang yang sedang shalat, dan ia berkata; Ingatlah ini, ingatlah ini!, ia mengingatkan sesuatu yang tidak di ingat ingatnya sebelum dia shalat, sampai orang itu keliru dan dia tidak tahu, sudah berapa rakaatkah shalat yang telah dia kerjakan.”
(HR. Abu Daud)
Ketika Amalan Manusia Hanya Sia Sia
Telah menceritakan kepada kami Amru bin Rafi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Mubarak dari Usamah bin Zaid dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang. “
HR. Ibnu Majah
Orang Terbaik Dalam Fitnah
Telah menceritakan kepada kami ‘Imran bin Musa Al Qazzaz Al Bashri telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Juhadah dari seseorang dari Thawus dari Ummu Malik Al Bahziyyah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebutkan suatu fitnah lalu beliau mendekatkannya. Berkata Ummu Malik: Wahai Rasulullah, siapakah orang terbaik dalam fitnah itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: Seseorang berada di antara binatang ternaknya, ia menunaikan hak binatang ternaknya, menyembah Rabbnya, seseorang yang memegang kepala kudanya seraya menakuti-nakuti musuh dan mereka takut padanya.” Berkata Abu Isa: Dalam hal ini ada hadits serupa dari Ummu Mubasysyir, Abu Sa’id dan Ibnu ‘Abbas dan hadits ini hasan gharib dari sanad ini. Al Laits bin Abu Sulaim meriwayatkannya dari Thawus dari Ummu Malik Al Bahziyyah dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
HR. Tirmidzi