Month: July 2018
Membatasi Kiriman Kemaksiatan Di Ruang Publik
Dakwah Tanda Cinta
Aku mendakwahimu karena cinta, agar kita rasakan indahnya Islam bersama.
.
Aku mendakwahimu bukan berarti aku sudah suci, pemegang kunci surga. Kuakui, akupun tak luput dari salah dan dosa. Namun kuingin mengamalkan setitik ilmu ini, kuingin melakukan apa yang ku bisa, memberikan yang terbaik yang bernilai pahala dihadapan-Nya.
.
Tahukah kamu?
Surga Allah terlalu luas untuk dihuni sendirian. Maka dari itu, aku ingin kita memasukinya bersama-sama..
Dengan belajar bersama, taat bersama.
.
Jadi, kalau aku ada salah, ingetin aku juga ya temans 😊
Sayang kan?
Yuk mention sahabatmu..
.
#DakwahTandaCinta
Peranan Wanita
Assalamu’alaikum #lovalila, Akhir Hijab Alila ganti tema looo… Nah setelah kemarin kita sudah bahas tema tentang esensi dakwah yaitu CINTA. Seminggu ke depan kita akan bahas esensi keberadaan wanita di dunia. Seberapa besar sih peranan wanita bagi kehidupan manusia? Apakah wanita memang hanya dijadikan pelengkap saja? atau sebenarnya wanita lah kunci dari akhlak kehidupan manusia.
.
Nah insyaallah, kita akan jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan postingan seminggu kedepan. terus stay tune ya dear, jangan lupa turn of notificationnya, byr gak ketinggalan sama update-annya ya…
.
#TiadaUmmatTanpaUmm
Tips Dakwah Dilingkungan Non Muslim Dan Sekuler
Jika Akhlak Wanita Rusak
Pendidikan Tinggi Untuk Wanita
Pendidikan tinggi seorang wanita bukan semata untuk karirnya. Tapi kualitas keturunannya.
Banyak sekali cibiran tentang wanita sarjana yang memutuskan untuk menjadi “full time mom” atau Ibu Rumah Tangga setelah menikah.
.
“Udah sekolah mahal-mahal, ujung2nya di dapur juga!”
“Lulusan s1, s2, tapi jadi pengangguran!”
.
Perlu disadari, Sebagai ibu/calon ibu, ternyata kecerdasan kita (wanita) berpengaruh besar pula pada kecerdasan anak kelak. Menurut penelitian, kecerdasan anak itu depengaruhi dari kualitas orangtuanya, terutama ibunya.
.
Menurut Ridley, bahwa kira-kira separuh IQ kita dapatkan melalui pewarisan, dan kurang dari 20% berasal dari asuhan keluarga. Sisanya berasal dari kandungan, sekolah, dan teman sepergaulan.
.
Dalam Islam, Ibu adalah ustadzah pertama, sebelum si kecil berguru kepada ustadz besar sekalipun
Maka kecerdasan, keuletan, dan perangai sang ibu adalah faktor dominan bagi masa depan anak.
Maka dari itu, perlunya wanita cerdas untuk mendidik anak-anak penerus bangsa.
.
Buat kamu yang masih single.. Wake up, dear! Be a smart girl.. Perkaya ilmu pengetahuan kita, karena anak kita berhak mewariskan gen kecerdasan yang baik dr ibunya.
.
Mirisnya, sekarang pemikiran seperti ini perlahan ditenggelamkan. Seolah tingkat pendidikan menjadi standar kualitas seseorang. Kecerdasan wanita harus dikontribusikan pada suatu perusahaan, sehingga memperoleh materi yang banyak. Memiliki kehidupan mewah, adalah suatu pencapaian yg membanggakan. Selain dengan cara itu, maka pendidikan yang dianyamnya dikatakan tak berguna.
.
Padahal, kontribusi terbesar wanita adalah di dalam rumahnya. Mendidik generasi berkualitas dengan ilmu yang dia punya, kelak anak2nya lah yang nantinya akan meneruskan peradaban. Boleh saja menyalurkan minat atau bakat di luar rumah, asalkan hak-kewajiban di dalam rumah terselesaikan dengan baik.
.
Semoga kita semua tergolong sebagai orang tua yang dapat mencetak generasi terbaik 😇
Aamiin