Ketika Orangtua Memaksa Kita Menjadi Wanita Karir

Bismillahirrahmanirrahiim…
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear…
.
Bagaimana meyikapinya jika orang tua menginginkan kita berpenghasilan besar untuk membalas, sedangkan kita punya niat untuk jadi ibu rumah tangga.
.
Nah yang perlu di pahami disini adalah, wanita bekerja itu hukumnya MUBAH. Yang HARAM adalah ketika dia bekerja dia harus meninggalkan kewajibannya. Karena yang kita tahu, untuk bekerja di negara yang tidak bersistem Islam sangat sulit mencari pekerjaan yang Pro dan sesuai Islam. Tapi jika kita bisa mengatasi hal tersebut dan bisa memastikan tak ada kewajiban yang terhalang (termasuk kewajiban sebagai ibu), maka bekerja bagi wanita itu mubah.
.
Namun jika kita memiliki niat untuk menjadi ibu rumah tangga yang maksudnya agar tak memiliki ikatan dengan perusahan maka itu pun baik. Dan niatan ini bisa untuj dikomu ikasikan dengan orang tua secara berkala. Tidak bisa orang tua paham dalam waktu yang singkat, apalagi itu berkaitan dengan prinsip mereka.
.
Untuk masalah pendapatan, Alila pikir dengan menjadi ibu rumah tangga pun bisa kok mendapat penghasilan. Kita bisa berjualan atau menyalurkan kemampuan kita tanpa harus punya ikatan dengan perusahaan.
.
#TiadaUmmatTanpaUmm

Bolehkah Izin Pergi Ke Kajian Tanpa Izin Orangtua?

Assalamu’alaykum Dear #lovalia bismillah Alila coba jawab pertanyaan diatas bagaimana menunjukan cahaya islam ke orang tua ? apa salah kalau kita keluar rumah untuk kajian tanpa sepengetahuan dan izin orang tua ?
.
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” .
Dear dari ayat diatas bisa kita simpulkan bahwa kita harus patuh kepada Allah dan tidak menyembah selain Allah, maka tugas kita adalah mengaji mencari tau apa aja sih yang Allah perintahkan dan apa aja yang dilarang Allah
.
Maka setelah itu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan setelah kita mengetahui perkara apa aja yang Allah perintah. kita juga di perintahkan untuk mngajak orang tua kita mempelajari islam sama-sama.
.
Bagaimana cara mengajaknya?
1. kita berprilaku yang baik dan sopan kepada mereka, berkata baik dan berbakti kepada kedua orang tua, jika orang tua kita senang dengan sikap yang baik kepada mereka, ajaklah orang tua kita kekajian 
2. jika orang tua kita belum mau maka doakanlah orang tua kita agar orang tua kita juga sama ingin mengkaji islam bersama dengan kita
.
Dan ingat walaupun orang tua kita belum paham islam dan belum mau menjalankan islamnya kita tidak boleh berlaku kasar kepadanya sampai berkata Ah, tapi teruslah berbakti kepadanya selagi perintahnya baik-baik untuk kita maka turutilah, namun jika suruhannya menjauhkan kita kepada Allah, misal tidak mengizinkan kita pergi kekajian, maka tak apa kita tak perlu izin kepada orang tua kita, karena dari ayat Allah diatas, yang harus kita patuhi pertama Adalah Allah pergi kajian adalah upaya kita untuk memahami islam dan Allah senang itu,
Yang kedua adalah orang tua kita
.
Jadi tidak salah jika kita pergi kekajian tidak tahu orang tua. Namun denga syarat orang tua kita memang tidak suka dengan aktifitas kita pergi kekajian
.
Tapi kalau orng tua kita baik2 aja kita wajib memberitahunya bahwa kita pergi kekajian
.
Wallau’alam semoga bermanfaat
.
#TiadaUmmatTanpaUmm

Beriman Kepada Allah Dan Hari Akhir

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam” (HR. Bukhari).
.
Dear #Lovalila … Jika kita termasuk orang yang beriman kepada hari akhir, maka lakukan 3 hal seperti hadits diatas ya dear
1. Muliakanlah tamu
2. Sambung silaturrahim
3. Berkata baik atau diam
Point 1 ✔
Point 2 ✔
Point 3 ??
Banyak-banyak latihan ya dear..
Terkadang lisan ini suka menyakiti hati oranglain tanpa kita sadari. Namun tidak demikian jika setiap yang hendak kita lakukan itu difikirkan terlebih dahulu. Melukai orang lain kah? Atau hanya sia-sia belaka?
Kalau yang keluar dari lisan kita hanya demikian, maka lebih baik diam.
.
Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya dear.. Agar dihari akhir nanti, hisab ini ringan dan syafaat kita dapatkan.
.

Menghindari Halal Bi Halal Yang Ada Ikhtilathnya

Bila mendapat undangan halal bi halal yang jelas ada ikhtilath nya, dan kita tidak datang, Apakah hal tsb dapat menghambat rezeki karena memutus silaturahim? Dan bagaimana cara menyampaikan nya?
.
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😉
Perlu diketahui dear.. Silaturrahim itu ditujukan untuk yang se-rahim atau saudara dekat.
.
Abu Ja’far Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullâh berkata:
“Pada ayat di atas, Allâh menganjurkan agar menyambung hubungan dengan sanak kerabat dan orang yang mempunyai hubungan rahim dan tidak memutuskannya”.[Tafsir Ath-Thabari, juz 1/144 dan tafsir ibnu katsir, bab 1/83]
.
Oleh sebab itu, hendaknya setiap muslim melakukan silaturrahmi dengan sanak kerabat, baik dengan saudara laki-laki dan saudara perempuan, baik sekandung maupun hanya saudara sebapak atau seibu, atau sepersusuan. Semua hendaklah saling menyayangi, menghormati dan menyambung hubungan kekerabatan, baik pada saat berdekatan maupun berjauhan.
.
Jadi, Halal bi halal yang dilaksanakan selain dari keluarga, jika konsep acaranya sudah jelas jelas campur baur antara laki2 dan perempuan (ikhtilath), maka lebih baik dihindari ya dear.
.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam selalu berupaya mencegah terjadinya ikhtilath antara laki-laki dan wanita bahkan termasuk dibagian bumi yang paling Allah cintai, yaitu masjid, dengan cara memisahkan barisan antara laki-laki dan wanita, kemudian agar jamaah laki-laki tetap berada di masjid hingga jamaah wanita keluar, lalu dibuatkan pintu khusus di bagian masjid untuk wanita.
.
Dari Ummu Salamah radhiallahu anha dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, jika beliau salam (selesai shalat) maka kaum wanita segera bangkit saat beliau selesai salam lalu beliau diam sebentar sebelum bangun.
Ibnu Syihab berkata, ‘Saya berpendapat bahwa diamnya beliau adalah agar kaum wanita sudah habis sebelum disusul oleh jamaah laki-laki yang hendak keluar masjid.” (HR. Bukhari, no. 793)
.
Kalo soal rezeki, semua ciptaan Allah itu audah dijamin rezekinya, tapi memang menyambung silaturrahmi itu dapat memperlancar rezeki. 😀
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi].
.

Menggabungkan Puasa Qadha Dan Syawal

Apakah boleh menggabungkan Puasa Qadha dengan Puasa Syawal?
.
Jawabannya tidak bisa ya dear, karena Hukum Puasa Qadha itu wajib dan Hukum Puasa Syawwal itu sunnah. Maka, tidak bisa disatukan antara Puasa Wajib dan Sunnah. kecuali, jika ada 2 jenis puasa Sunnah yang berada dalam 1 waktu, maka itu bisa digabungkan niatnya.
.
Terdapat kaidah yang diberikan para ulama dalam masalah menggabungkan niat,
إذا اتحد جنس العبادتين وأحدهما مراد لذاته والآخر ليس مرادا لذاته؛ فإن العبادتين تتداخلان
Apakah boleh menggabungkan Puasa Qadha dengan Puasa Syawal.
.
Jawabannya tidak bisa ya dear, karena Hukum Puasa Qadha itu wajib dan Huium Puasa Syawap itu sunnah. Makan tidak bisa disatukan antara Puasa Wajib dan Sunnah. kecuali, jika ada 2 jenis puasa Sunnah yang berada dalam 1 waktu, maka itu bisa digabungkan niatnya.
.
Jika ada dua ibadah yang sejenis, yang satu maqsudah li dzatiha dan satunya laisa maqsudah li dzatiha, maka dua ibadah ini memungkinkan untuk digabungkan. (’Asyru Masail fi Shaum Sitt min Syawal, Dr. Abdul Aziz ar-Rais, hlm. 17)
.
Allahuallam bishshowwab..
Semoga bermanfaat ya dear 😇
.
#LebaranBarengAlila

Menolak Jabat Tangan Dengan Yang Bukan Mahram

Assalamu’alaykum Lovalila Alila coba jawab ya pertanyaan diatas “bagaimana cara menolak berjabat tangan yang baik kepada bukan mahram dan dia lebih tua dari kita
.
Bismillah kalau Alila sendiri ketika bertemu tetangga yang bukan mahram dan lebih tua, Alila bersalaman tapi tidak bersentuhan setelah itu berkata mohon maaf lalu tersenyum, agar ikwan nya tidak terlalu kecewa dengan tindakan kita
.
Alila Ambil dalil yang mubah bersalaman dengan non mahram tapi dengan catatan tidak ada syahwat namun lebih baik menghindari dari sentuhan non mahram
.
diriwayatkan dari ‘Ummu ‘Athiyyah r.a. yang berkata: “Kami telah membai’at Rasulullah Saw, lalu Beliau membacakan kepadaku ‘Janganlah kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu’, dan melarang kami melakukan ‘nihayah’ (histeris menangis mayat), karena itulah seorang wanita dari kami menggenggam (melepaskan) tangannya (dari berjabat tangan) lalu wanita itu berkata: ‘Seseorang (perempuan) telah membuatku bahagia dan aku ingin (terlebih dahulu) membalas jasanya’ dan ternyata Rasulullah Saw tidak berkata apa-apa. Lalu wanita itu pergi kemudian kembali lagi. ” [HR. Bukhari ]. Hadits ini menunjukkan bahwasanya kaum wanita telah berbai’at dengan berjabat tangan. Kata qa ba dha dalam hadits ini memiliki arti menggenggam/melepaskan tangan. Seperti disebutkan di dalam kamus yang berarti menggenggam sesuatu, atau melepaskan (tanganya dari memegang sesuatu) ( A.W. Munawwir , Kamus al-Munawwir , hal. 1167).
.
kesimpulannya ada banyak riwayat yang memperbolehkan kita bersalaman dengan non mahram namun tetap lebih baik di hindari untuk tidak bersentuhan .
Wallahu’alam Bissowab
#LebaranBarengAlila

Niat Karena Allah

“Biar Lelah asal LilLaah”
Ciyehh.. Nyess banget dengernya 😁
.
Btw, kalian udah paham belum tentang niat? Kalo belum tau arti dari niat, gimana dengan kata “LilLaah” yg sering diucapkan, apa bener kau melakukan sesuatu karena Allah?
.
Dear #Lovalila , Keinginan hati untuk melakukan suatu amalan, itulah makna daripada niat. Niat merupakan perkara yang amat penting dalam Islam
.
Nabi shallallahua’laihi wasallambersabda :
“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)
.
Salah satu fungsi niat adalah Membedakan tujuan seseorang dalam beribadah. Pembahasan inilah yang sering kita kenal dengan istilah ikhlas. Jadi apakah seorang tatkala ia beribadah ikhlas lillahi ta’ala, atau hanya mengharap perhatian manusia?
.
Dan kita tahu bahwasannya Allah ta’ala tidak akan merima amalan seorang hamba melainkan yang dilakukan karena ikhlas mengharap keridhaan-Nya semata. Karena Allah ta’ala Maha Kaya, Dia tidak butuh persekutuan dalam peribadatan kepadaNya. Dalam sebuah hadits qudsi Allah ta’ala berfirman :
“Aku sangat tidak butuh sekutu, siapa saja yang beramal menyekutukan sesuatu dengan-Ku, maka Aku akan meninggalkan dia dan syirknya.” (HR. Muslim)
.
Fungsi niat ini pula yang seringkali dimaksudkan dalam perkataan-perkataan ulama salaf. Seperti perkataan seorang alim; Abdullah bin Mubarak rahimahullah :
“Boleh jadi amalan yang sepele, menjadi besar pahalanya disebabkan karena niat. Dan boleh jadi amalan yang besar, menjadi kecil pahalanya karena niat. ”
.
Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa niat akan mempengaruhi kadar pahala yang diperoleh seorang hamba. Semakin murni keikhlasannya, semakin besar pahala yang akan ia dapat. Walau amalan yang ia lakukan ringan. Dan Semakin kecil kadar keikhlasan seorang hamba; walau amalan yang ia lakukan adalah amalan yang berpahala besar, namun bila keikhlasan dalam hatinya kecil, maka semakin kecil pula pahala yang ia peroleh.
.
Wallahu’alam
.
#SemangatFiiSabiilillah

Ketika Semangat Ibadah Menurun

Futur, adalah hal biasa yang dialami manusia. Akan tetapi, futur itu ada obatnya jika kamu mau mengobatinya, yaitu memohon hidayah dan ampunan kepada-Nya serta tak kan mengulangi dan meremehkan kefuturanmu itu.
.
Allah Ta’ala yang maha sempurna rahmat dan kebaikannya, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa memohon hidayah taufik kepada-Nya, yaitu dalam surah Al Fatihah: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} “Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”. Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Doa (dalam ayat ini) termasuk doa yang paling menyeluruh dan bermanfaat bagi manusia, oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya dengan doa ini di setiap rakaat dalam shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat besar terhadap hal tersebut”  Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 39)
.
Allah Ta’ala sangat murka terhadap orang yang enggan berdoa dan memohon kepada-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Sesungguhnya barangsiapa yang enggan untuk memohon kepada Allah maka Dia akan murka kepadanya” (HR at-Tirmidzi (no. 3373) dan al-Hakim (1/667), dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani)
.
Mudah-mudahan Allah dekatkan kita dengan pintu-pintu hidayahnya. Allah lembutkan hati kita untuk selalu berdoa kepada-Nya, sehingga diri ini peka dan selalu tanggap terhadap singal-singal keagungan-Nya. Semoga Allah bimbing kita selalu dalam jalan yang lurus, dikembalikan dari kefuturan, dan diingatkan dalam kemaksiatan. Aamiin 😇
.
#SemangatFiiSabiililLaah

Istiqomah Setelah Ramadhan

Saat Ramadhan berusaha Istiqomah mematuhi syariat dan menjauhi larangan-Nya. setelahnya, jangan seakan lupa ingatan dengan segala aturan-Nya
.
Dear #Lovalila Alhamdulillah Ramadhan sudah 12 hari ini kita lalui, bagaimana dengan habits baik di bulan Ramadhan masih kah kita kerjakan sampai hari ini atau kita lupakan ?
.
Bulan ramadhan itu sebagai bulan pengingat umat muslim yang terkadang kita lupa dengan kewajiban kepada Allah, nah dengan kita mengerjakan puasa dibulan Ramadhan dan meningkatkan ibadah lainnya satu bulan penuh, hikmahnya agar di bulan selanjutnya kita tetap istiqomah mematuhi syariat-Nya Allah
.
Yuk kita cek dan muhasabah diri, apakah kita termasuk orang yang lupa atau justru semakin semangat dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah selepas ditinggal Ramadhan?
.
Atau jangan-jangan habbits tilawah Qur’an, sholat tepat waktu, menghindari ikhtilath, targetan harian, sedekah, dan ibadah sunnah yang lainnya malah ditinggalkan juga?
.
Semoga #Lovalila semuanya masih tetap istiqomah mengerjakan ketaatan kepada Allah dan semangat dalam mengerjakan semua aktivitas karena Allah setiap saat. Karena Allah, Maha Melihat, bukan hanya menilai ibadahmu di bulan Ramadhan saja 😉
.
#SemangatFiiSabiilillah

Taat Kepada Allah Adalah Perjuangan

Proses Taat itu adalah proses memaksakan dari dari keinginan atau nafsu yang gak sesuai dengan syari’at Islam. Karena sudah dipastikan, banyak sekali nafsu yang keluar dari diri untuk berkaksiat. Maka disinilah proses taat diuji, akan kah kita memaksa untuk tetap taat pada Allah atau membuat banyak alasan agar kita dapat bermaksiat.
.
Nah, selama bulan Ramadhan kemarin, Alhamdulillah kita sudah berlatih untuk menahan nafsu dan memaksakan diri untuk taat. Seperti rajin menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dan menghindari dari hal-hal yang menghilangkan pahala puasa. .
eiittts tapi, bukan berarti semangat ketaqwaan itu hanya berlaku pada bulan Ramadhan aja. Justru penerapan dari latihan kemarin adalah 11 bulan kedepan ya dear. Biar gak dibioang Taatnya kita hanya “musiman” hehehe
.
#SemangatFiiSabiililLaah